Australia Prediksi Defisit Anggaran 2025/2026 Turun Akibat Harga Komoditas

Australia Prediksi Defisit Anggaran 2025/2026 Turun Akibat Harga Komoditas

Pemerintah Australia memproyeksikan angka defisit anggaran yang lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya berkat kenaikan harga komoditas global yang meningkatkan pendapatan negara pada Minggu (10/5/2026). Meskipun pendapatan meningkat, Perdana Menteri Anthony Albanese tetap menghadapi tantangan besar akibat inflasi tinggi dan perlambatan ekonomi global.

Dilansir dari Money, efisiensi anggaran ini terjadi di tengah tekanan ekonomi yang diperparah oleh konflik di Timur Tengah. Sebagai respons terhadap lonjakan harga energi, Reserve Bank of Australia (RBA) telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini untuk menjaga stabilitas moneter.

Menteri Keuangan Australia, Jim Chalmers, menegaskan bahwa pemerintah akan tetap disiplin dalam mengelola belanja negara melalui anggaran kelima ini. Fokus utama akan diarahkan pada reformasi besar di sektor perpajakan serta penghematan pengeluaran jangka pendek.

"Masyarakat tidak seharusnya mengharapkan akan ada pengeluaran besar dalam jangka pendek dalam anggaran ini. Ini adalah anggaran yang sangat bertanggung jawab. Ada banyak pengekangan pengeluaran," kata Chalmers, Menteri Keuangan Australia.

Anggaran tahun fiskal 2025/2026 awalnya diproyeksikan mencatat defisit sebesar 36,8 miliar dollar Australia. Namun, sejumlah lembaga keuangan memprediksi angka aktual yang jauh lebih kecil, dengan Westpac memperkirakan angka 23,8 miliar dollar Australia, sementara Commonwealth Bank di angka 29 miliar dollar Australia.

Kepala Ekonom Commonwealth Bank of Australia, Luke Yeaman, menekankan pentingnya menjaga posisi anggaran struktural agar tidak memicu inflasi lebih lanjut melalui belanja baru yang berlebihan.

"Ada peluang untuk memberikan lebih banyak reformasi pajak atau mempertahankan posisi anggaran struktural yang lebih kuat secara keseluruhan. Terlalu banyak pengeluaran baru akan melemahkan hal ini, dan berisiko mendorong inflasi dan suku bunga," kata Yeaman, Kepala Ekonom Commonwealth Bank of Australia.

Selain disiplin anggaran, pemerintah juga melakukan reformasi pada program tunjangan disabilitas yang diperkirakan menghemat 35 miliar dollar Australia dalam empat tahun. Di sisi lain, belanja pertahanan akan ditambah sebesar 53 miliar dollar Australia dalam satu dekade ke depan guna memperkuat posisi strategis negara.

Langkah-langkah fiskal ini juga mencakup alokasi 10 miliar dollar Australia untuk pembangunan cadangan bahan bakar permanen milik negara. Hal ini merupakan langkah antisipasi pemerintah Australia terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi