Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Turun 4,32 Persen

Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Turun 4,32 Persen

Otoritas Jasa Keuangan mencatat akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi mengalami kontraksi sebesar 4,32 persen secara tahunan pada Jumat (5/6/2026). Penurunan kinerja ini terjadi di tengah kondisi permodalan sektor terkait yang dilaporkan masih berada dalam batas aman.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan performa pada bulan sebelumnya, di mana pendapatan premi asuransi umum sempat tumbuh sebesar 1,77 persen secara tahunan dengan perolehan nilai mencapai Rp41,24 triliun. Data pertumbuhan ini dilansir dari Keuangan berdasarkan hasil pemaparan resmi otoritas pengawas keuangan.

Penurunan kinerja asuransi umum tidak diikuti oleh sektor asuransi jiwa yang masih menunjukkan pertumbuhan positif. Akumulasi premi asuransi jiwa hingga April 2026 tercatat menyentuh angka Rp62,58 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 3,28 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, akumulasi dari premi asuransi komersial mencapai total Rp116,01 triliun per April 2026. Nilai agregat tersebut tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,36 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi penurunan nilai premi pada beberapa sektor, tingkat permodalan dalam industri asuransi umum dan reasuransi dipastikan tetap sehat. Otoritas pengawas mencatat indikator rasio kecukupan modal atau risk based capital industri asuransi umum dan reasuransi secara agregat berada di level 311,74 persen.

"Posisi RBC tersebut masih jauh di atas batas minimum yang ditetapkan sebesar 120%," kata Ogi, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK.

Total aset yang dimiliki oleh industri asuransi per April 2026 secara keseluruhan tercatat mencapai Rp1.202,16 triliun, atau tumbuh sebesar 3,39 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai aset khusus untuk asuransi komersial sendiri menyentuh Rp984,2 triliun setelah mengalami kenaikan sebesar 4,65 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi