Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih pada Sabtu, 16 Mei 2026, yang dipusatkan di Jawa Timur. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui unit usaha nyata di tingkat desa, sebagaimana dilansir dari Ekonomi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengonfirmasi bahwa koordinasi lintas kementerian telah dilakukan guna memastikan kesiapan peluncuran tersebut. Saat ini, terdapat sekitar 7.200 koperasi yang pembangunannya telah mencapai 100 persen, mencakup fasilitas fisik, gudang, hingga perlengkapan operasional.
"Rencana [peluncuran] tanggal 16 Mei, ini masih tentatif di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tetapi ini tentatif, jadi masih baru rencana," ujar Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.
Ferry menjelaskan bahwa pemerintah kini memberikan perhatian penuh pada aspek operasional koperasi yang sudah siap digunakan. Pembangunan jaringan ekonomi ini dipastikan akan terus bertambah seiring target pemerintah untuk memperluas jangkauan koperasi ke seluruh pelosok tanah air.
"Ada 25.000-an koperasi yang sedang dibangun, jadi insyaallah itu bisa selesai. Tetapi sekarang kami konsentrasi ke operasionalnya," tambah Ferry Juliantono.
Program ini merupakan realisasi dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun entitas usaha desa yang memiliki fasilitas lengkap. Koperasi ini nantinya berfungsi sebagai penyalur kebutuhan pokok, terutama barang bersubsidi, guna memangkas rantai pasokan yang panjang.
"Sebentar lagi kami akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih, kemungkinan 2–3 minggu lagi. Sesudah itu, 2–3 bulan lagi kami akan meresmikan lebih dari 25.000 koperasi," kata Presiden Prabowo Subianto.
Setiap Koperasi Merah Putih akan memiliki spesialisasi berdasarkan potensi ekonomi daerah masing-masing, seperti sektor perikanan untuk wilayah pesisir atau komoditas beras bagi desa sentra padi. Kehadiran unit usaha ini diharapkan mampu menjadikan koperasi sebagai agregator sekaligus konsolidator hasil produksi masyarakat desa.