Pria di Depok Rusak Ambulans Akibat Kesal Suara Sirene

Pria di Depok Rusak Ambulans Akibat Kesal Suara Sirene

Seorang pria berinisial ML merusak mobil ambulans saat menghalangi petugas yang hendak menjemput pasien di Jalan Moch Nail, Bakti Jaya, Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu (10/5/2026) siang. Aksi anarkis ini diduga dipicu oleh rasa kesal pelaku terhadap suara sirene kendaraan darurat tersebut.

Kepolisian Resor Metro Depok telah mengonfirmasi adanya kerusakan fisik pada armada medis tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Bagian bumper depan sebelah kiri mobil dilaporkan mengalami penyok akibat tendangan pelaku saat perselisihan terjadi di lokasi kejadian.

"Mobil ambulan tersebut mengalami penyok di bagian bumper depan sebelah kiri," ujar AKP Made Budi, Kasi Humas Polres Metro Depok.

Kronologi kejadian bermula saat ambulans yang dikendarai korban sedang menuju lokasi penjemputan pasien kecelakaan lalu lintas. Meski petugas sudah meminta jalan untuk prioritas, pelaku justru menolak memberikan akses sehingga memicu perdebatan di antara kedua belah pihak.

“Pelaku tidak bersedia dan sempat terjadi perdebatan antara korban dan pelaku,” kata Made.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku melakukan tindakan tersebut karena merasa terganggu secara emosional. Ia mengaku tidak senang dengan suara peringatan yang dikeluarkan oleh kendaraan ambulans saat melintas di jalur tersebut.

Petugas Kepolisian menangkap ML di kediamannya di wilayah Cilodong pada Minggu malam. Akibat perbuatannya, pelaku kini terancam hukuman penjara maksimal dua tahun enam bulan sesuai Pasal 521 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP tentang pengrusakan.

Pihak pengelola ambulans melalui akun Instagram @albaarifoundation memberikan klarifikasi bahwa mereka sebenarnya telah meminimalisir gangguan suara di lingkungan warga. Tim medis mengeklaim hanya menggunakan lampu rotator saat melewati jalan pemukiman yang sempit.

“Karena jalur yang dilalui merupakan jalan kecil di lingkungan warga, kami hanya menyalakan jumper dan tidak menyalakan sirene,” tulis akun tersebut.

Meskipun telah diberikan penjelasan mengenai kondisi darurat penjemputan pasien, ML dilaporkan tetap bersikap agresif. Pelaku bahkan sempat membuntuti dan memotong jalur laju ambulans menggunakan sepeda motornya di tengah perjalanan.

"Kami sudah menjelaskan bahwa kami sedang dalam perjalanan untuk menjemput pasien, tetapi bapak tersebut tidak percaya," bunyi keterangan unggahan tersebut.

Insiden sempat memanas ketika pelaku kembali melakukan penghadangan setelah sempat sepakat untuk mengikuti iring-iringan kendaraan. Pihak ambulans mencatat adanya unsur pengancaman selain kerusakan fisik yang dialami armada mereka.

"Bapak tersebut kembali emosi dan tidak terima. Beliau kemudian memotong jalur kendaraan kami serta menghalangi laju ambulan," jelas dalam unggahan itu.

Meski sempat terhambat aksi penghadangan, tim medis tetap berhasil menjalankan tugas menjemput pasien untuk dievakuasi ke rumah sakit. Segera setelah tugas medis selesai, korban langsung melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polres Metro Depok.

Artikel terkait

Rekomendasi