Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa risiko resesi ekonomi Indonesia saat ini berada pada tingkat yang sangat rendah, yakni di bawah lima persen pada Jumat (15/5/2026). Capaian ini diklaim menunjukkan ketahanan nasional yang lebih solid dibandingkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada.
Klaim tersebut didukung oleh capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh angka 5,61 persen pada triwulan pertama tahun 2026, dilansir dari Suara. Selain itu, inflasi domestik dilaporkan terkendali pada level 2,42 persen dengan posisi neraca perdagangan yang konsisten mencatatkan surplus selama 71 bulan berturut-turut.
Airlangga menegaskan bahwa kapasitas pertumbuhan Indonesia tetap berada dalam jalur yang kuat meskipun situasi global masih diselimuti ketidakpastian yang meningkat bagi banyak negara. Hal ini menunjukkan fundamental ekonomi dalam negeri yang tetap stabil dan didukung oleh sektor keuangan serta cadangan devisa yang cukup mumpuni.
"Probabilitas Indonesia mengalami resesi juga tetap sangat rendah, yakni di bawah 5 persen, lebih rendah dibandingkan Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada. Hal ini mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia serta kapasitas pertumbuhan yang tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global," katanya, dikutip dari siaran press, Jumat (15/5/2026).
Untuk menjaga tren positif tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 mengenai pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3-MPPE). Tim khusus ini memiliki tanggung jawab untuk menghilangkan hambatan investasi atau debottlenecking guna memastikan efisiensi birokrasi lintas kementerian dan lembaga.
Airlangga menjelaskan bahwa mekanisme baru ini difungsikan sebagai saluran yang mampu menangani kendala teknis secara langsung bagi para investor di lapangan. Dengan kepastian kebijakan yang dapat diprediksi, pemerintah berupaya memperkuat kepercayaan pelaku usaha global untuk menanamkan modal di tanah air.
"Mari kita ubah hambatan-hambatan ini menjadi saluran yang terbuka lebar untuk kemakmuran bersama. Saya berharap seminar ini dapat menghasilkan diskusi yang produktif dan memberikan berbagai masukan yang konstruktif," jelas Airlangga.
Pemerintah menargetkan implementasi kebijakan yang konsisten agar potensi ekonomi nasional dapat termanfaatkan secara maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara otoritas fiskal dan moneter diharapkan terus berjalan selaras dengan langkah-langkah strategis dari Satgas P3-MPPE dalam mendorong akselerasi pembangunan.