Profil Chatib Basri Ekonom Senior yang Diisukan Jadi Menkeu

Profil Chatib Basri Ekonom Senior yang Diisukan Jadi Menkeu

Sosok ekonom senior Muhammad Chatib Basri mendadak menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial dan lingkaran politik. Pria yang akrab disapa Dede ini disebut-sebut bakal mengisi posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya, seperti dilansir dari Suara.

Kabar yang beredar ini memicu publik untuk mengingat kembali rekam jejak Chatib Basri sebagai salah satu teknokrat berpengalaman di level nasional dan internasional. Ia dinilai memiliki rekam jejak mentereng di bidang pemerintahan maupun akademik.

Lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965, Chatib Basri tumbuh dalam keluarga terpelajar yang berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat. Darah seni mengalir kuat dalam dirinya karena ia merupakan keponakan dari sastrawan legendaris Indonesia, Asrul Sani.

Sebelum mendalami kebijakan fiskal dan angka, Chatib masa kecil memiliki ketertarikan pada dunia sastra, politik, dan seni. Ia bahkan tercatat pernah terlibat dalam dunia akting melalui pementasan Teater Cradda di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Riwayat Pendidikan Mentereng

Meskipun sempat menyukai dunia teater, Chatib akhirnya memilih jalur ekonomi sebagai jalan hidupnya. Ia menyelesaikan pendidikan di Kolese Kanisius sebelum menamatkan gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1992.

Pendidikan tinggi kemudian dilanjutkan di Australia dengan menempuh studi di Australian National University (ANU). Di lembaga tersebut, ia berhasil meraih gelar Master of Economic Development pada 1996 dan gelar Ph.D di bidang Ekonomi pada 2001.

Selama menjalani masa studi di Australia, Chatib juga aktif meningkatkan kapasitasnya. Ia sempat dipercaya menjadi asisten peneliti untuk ekonom ternama, Prof. Hal Hill.

Karier Pemerintahan dan Penyelamat Krisis

Karier Chatib di pemerintahan berawal sebagai teknokrat di belakang layar, termasuk menjadi Penasihat Khusus Menteri Keuangan periode 2006-2010. Selain itu, ia pernah bertindak sebagai perwakilan Indonesia atau Sherpa dalam forum G-20.

Puncak kariernya di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimulai saat ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012. Setahun berselang, tepatnya pada 21 Mei 2013, ia dilantik menjadi Menteri Keuangan untuk menggantikan Agus Martowardojo.

Salah satu prestasi yang melekat pada kepemimpinannya adalah ketenangan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional saat dihantam badai Taper Tantrum. Gejolak pasar keuangan global akibat kebijakan moneter Amerika Serikat pada periode 2013-2014 tersebut berhasil diredam sehingga fiskal Indonesia tetap kredibel.

Kiprah Internasional dan Korporasi

Kualitas Chatib Basri tetap diakui oleh dunia internasional setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri. Ia kerap dipercaya menjadi konsultan bagi berbagai lembaga finansial raksasa dunia.

Beberapa lembaga internasional yang pernah menggunakan jasanya antara lain World Bank (Bank Dunia), IMF (International Monetary Fund), Asian Development Bank (ADB), serta OECD dan UNCTAD.

Di sektor korporasi, ia memegang jabatan strategis sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk. Selain itu, Chatib Basri juga telah dilantik sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada 5 November 2024 lalu.

Artikel terkait

Rekomendasi