Pembangunan pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA) kini telah mencapai progres 66 persen. Fasilitas ini dirancang untuk memperkuat kemandirian industri kimia nasional sekaligus menjadi penopang utama dalam mengurangi ketergantungan pada impor bahan dasar.
Dikutip dari Suara, proyek strategis tersebut saat ini tengah difokuskan pada pengembangan infrastruktur logistik inti. Pengerjaan mencakup pembangunan dermaga khusus atau jetty serta tangki penyimpanan yang akan mendukung distribusi serta pengelolaan rantai pasok produk kimia secara terintegrasi.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, memberikan penjelasan mengenai pentingnya infrastruktur tersebut dalam memperkuat daya saing industri tanah air pada Minggu (10/5/2026).
"Pembangunan Pabrik CA-EDC kini memasuki fase pengembangan infrastruktur logistik utama yang akan menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis. Kami memandang pengembangan infrastruktur yang terintegrasi sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem industri kimia nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berdaya saing," ujar Suryandi.
Fasilitas CA-EDC ini disiapkan untuk menjawab lonjakan permintaan domestik terhadap bahan kimia dasar. Pada tahap awal operasionalnya, pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi mencapai 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC setiap tahunnya.
Ketersediaan pasokan soda kaustik lokal diharapkan mampu menekan angka impor hingga 827 ribu ton per tahun dengan nilai penghematan mencapai 293 juta dolar AS. Sementara itu, produksi EDC akan difokuskan untuk menyasar pasar mancanegara melalui jalur ekspor.
Potensi devisa yang dihasilkan dari ekspor EDC tersebut diperkirakan menyentuh angka 300 juta dolar AS per tahun. Langkah strategis ini diproyeksikan bakal mengokohkan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia di tingkat regional.
Pemerintah secara resmi telah menetapkan pembangunan pabrik ini sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Keputusan tersebut diambil karena peran vital fasilitas tersebut dalam mendorong hilirisasi industri serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi dampak ekonomi langsung, proyek ini memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penyerapan sekitar 3.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. Saat beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027, pabrik ini diproyeksikan membuka 250 lapangan kerja baru.
Chandra Asri Group juga melibatkan para pelaku UMKM lokal untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok serta operasional proyek. Keterlibatan sektor usaha kecil ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri di lingkungan operasional mereka.