Asuransi Asei Indonesia Proyeksikan Lini Marine Cargo Tumbuh Positif

Asuransi Asei Indonesia Proyeksikan Lini Marine Cargo Tumbuh Positif

PT Asuransi Asei Indonesia memproyeksikan lini asuransi pengangkutan kapal atau marine cargo memiliki peluang pertumbuhan yang positif sepanjang tahun 2026. Lini bisnis ini dinilai tetap potensial berkat dorongan volume perdagangan internasional Indonesia yang terus bergerak maju.

Faktor lain yang menyokong tren ini adalah kinerja ekspor komoditas unggulan nasional, seperti Crude Palm Oil (CPO), batu bara, dan produk manufaktur. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dilansir dari Keuangan, Asei berhasil membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp 469,12 miliarder per April 2026.

"Selain itu, didukung juga peningkatan aktivitas logistik dan pelayaran nasional, serta meningkatnya kebutuhan manajemen risiko rantai pasok global," katanya kepada Kontan, Rabu (3/6).

Meski mencatat tren positif, Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menjelaskan bahwa prospek lini bisnis tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan global yang cukup dinamis. Beberapa di antaranya meliputi volatilitas perdagangan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga ketidakpastian kondisi geopolitik saat ini.

"Ditambah, proses penyesuaian terhadap kebijakan ekspor satu pintu (via PT Danantara Sumberdaya Indonesia/DSI) yang saat ini sedang memasuki masa transisi," tuturnya.

Kelancaran implementasi kebijakan baru serta dinamika perdagangan internasional tersebut diperkirakan bakal sangat memengaruhi hasil akhir pertumbuhan bisnis marine cargo Asei pada tahun ini. Walau portofolio lini asuransi pengangkutan belum terlalu signifikan di perusahaan, sektor ini tetap menjadi bagian krusial bagi Asei karena keterkaitannya yang erat dengan aktivitas ekspor-impor nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi