IHSG Berpotensi Terkoreksi ke Level 6.645 pada Perdagangan Selasa

IHSG Berpotensi Terkoreksi ke Level 6.645 pada Perdagangan Selasa

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih menghadapi risiko koreksi lanjutan menuju rentang area 6.645 hingga 6.838 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Market, pergerakan indeks tersebut dibayangi oleh tekanan jual yang masih mendominasi pasar modal sejak awal pekan.

Tim riset MNC Sekuritas mencatat bahwa pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), IHSG telah mengalami pelemahan sebesar 0,92 persen ke posisi 6.905. Penurunan ini dinilai signifikan karena indeks sempat melewati level support krusial yang menjadi batas aman pergerakan harga.

Analis teknikal memperkirakan posisi IHSG saat ini berada dalam fase wave [v] dari wave A dari wave (2) dalam struktur gelombangnya. Penurunan yang terjadi menunjukkan adanya potensi pelemahan lebih dalam jika kekuatan beli tidak segera kembali ke pasar.

“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan meskipun menguat nampaknya akan menguji kembali 6.972-7.012,” tulis tim analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Senin (11/5/2026).

Berdasarkan analisis tersebut, batas bawah atau support IHSG untuk hari ini dipetakan berada pada level 6.838 dan 6.745. Sebaliknya, area hambatan atau resistance diperkirakan akan tertahan pada kisaran level 7.069 hingga 7.207.

Di tengah proyeksi pelemahan indeks, beberapa emiten tetap masuk dalam daftar pantauan para pemodal. Analis memberikan rekomendasi beli secara bertahap atau buy on weakness untuk sejumlah saham komoditas dan farmasi seperti ANTM, KLBF, MDKA, dan PTRO.

Saham ANTM tercatat menguat 1,93 persen ke posisi 3.700 dengan dukungan volume pembelian. Sementara itu, KLBF mengalami koreksi 3,26 persen ke level 890, yang menempatkan posisinya di bawah indikator rata-rata bergerak 20 hari atau MA20.

Emiten lain yakni MDKA menunjukkan penguatan 3,24 persen ke level 2.870 seiring munculnya minat beli dari investor. Di sisi lain, saham PTRO ditutup melemah 2,57 persen ke level 4.920, meskipun tekanan jual terpantau mulai mengecil dibandingkan periode sebelumnya.

Artikel terkait

Rekomendasi