Bank Mandiri Proyeksi Suku Bunga The Fed Batal Turun pada 2026

Bank Mandiri Proyeksi Suku Bunga The Fed Batal Turun pada 2026

Ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve atau The Fed pada 2026 dinilai semakin menipis akibat meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan inflasi. Kondisi tantangan ekonomi tersebut dipaparkan oleh Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Andry Asmoro pada Senin (11/5/2026).

Perubahan proyeksi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi faktor utama yang harus diwaspadai pelaku usaha. Dilansir dari Ekonomi, ketegangan geopolitik dan ancaman inflasi telah menggeser harapan pasar yang sebelumnya memprediksi pelonggaran moneter yang agresif.

"Kalau kita lihat dari guidance tahun 2026 itu, guidance-nya The Fed masih ada ruang untuk pemangkasan satu kali suku bunga acuan di tahun 2026 ini. Namun kalau melihat CME FedWatch, market memperkirakan bahwa tidak ada lagi pemangkasan suku bunga acuan. Tahun 2027 juga sama," ujar Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri.

Menurut Andry, pasar semula optimistis tren penurunan suku bunga berlanjut setelah adanya pelonggaran pada 2025. Namun, dinamika global yang memanas memicu kembalinya skenario suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

"Ekspektasinya adalah kemungkinan sangat kecil bahwa suku bunga acuan akan dipangkas oleh The Fed," kata Andry Asmoro.

Situasi ini diperumit oleh konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump. Ketidakpastian tersebut berdampak langsung pada volatilitas pasar keuangan global dan memperlemah nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp17.300–Rp17.400 per dolar AS.

Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah turut memperberat posisi Indonesia sebagai negara net importir minyak. Bank Mandiri kini menyusun proyeksi ekonomi dengan memantau risiko stagflasi, gangguan rantai pasok, dan pergeseran arah kebijakan moneter dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi