Prudential Indonesia Catat Pertumbuhan Aset Rp64,3 Triliun pada 2025

Prudential Indonesia Catat Pertumbuhan Aset Rp64,3 Triliun pada 2025

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan total aset sebesar Rp64,3 triliun sepanjang 2025 di Jakarta. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Keuangan, perolehan tersebut menunjukkan lonjakan sekitar 11 persen dari pencapaian tahun sebelumnya yang tertahan pada angka Rp58 triliun.

Pertumbuhan positif ini juga diikuti oleh total aset investasi perusahaan, termasuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI). Komponen tersebut sukses menyentuh angka Rp54,5 triliun pada 2025, atau mengalami ekspansi sebesar 6 persen secara tahunan.

Peningkatan berkala pada aspek investasi dinilai mencerminkan kepercayaan pemegang polis yang tetap kokoh terhadap instrumen milik perusahaan. Penegasan mengenai kondisi pasar dan strategi pengelolaan dana ini disampaikan langsung oleh Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi.

“Kami memiliki berbagai pilihan dana investasi. Ada unitlink, dana pendapatan tetap, dana global offshore, dan dana investasi di Indonesia. Dalam menentukan investasi, kami fokus pada fundamental yang kuat," ujarnya saat ditemui usai konferensi pers Prudential Indonesia di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Adit Trivedi mengonfirmasi bahwa manajemen menerapkan pola penempatan dana jangka panjang untuk mengamankan modal nasabah. Pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar melakukan penyebaran portofolio guna memitigasi dampak dari dinamika pasar yang fluktuatif.

“Fokus investasi kami adalah jangka panjang. Dalam jangka pendek tentu ada volatilitas pasar, karena itu kami mendorong nasabah memiliki portofolio yang terdiversifikasi agar lebih baik untuk jangka panjang,” tambahnya.

Selain perluasan aset, tingkat solvabilitas atau risk based capital (RBC) Prudential Indonesia berada di posisi 466 persen pada 2025. Rasio kesehatan keuangan ini berada jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni sebesar 120 persen.

Perusahaan mengumpulkan total pendapatan premi mencapai Rp21,1 triliun sepanjang periode 2025. Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unitlink mendominasi dengan kontribusi 72 persen, sementara produk tradisional menyumbang sisa 28 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi