Prudential Indonesia Catat Fluktuasi Investasi Unitlink Saham

Prudential Indonesia Catat Fluktuasi Investasi Unitlink Saham

Volatilitas pasar keuangan global dan domestik menekan rata-rata imbal hasil produk asuransi unitlink berbasis saham hingga minus 4,75 persen sepanjang tahun berjalan sampai April 2026.

Gejolak pasar tersebut berdampak langsung pada pergerakan aset investasi seperti saham, obligasi, dan nilai tukar rupiah, sebagaimana dilansir dari Keuangan pada Senin (1/6/2026).

Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi menjelaskan bahwa dinamika pasar jangka pendek ini sangat memengaruhi portofolio produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).

"Peningkatan volatilitas pasar modal yang dipicu oleh sentimen global maupun domestik memang dapat menyebabkan fluktuasi jangka pendek di pasar saham, obligasi, maupun nilai tukar rupiah, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja investasi, termasuk unitlink berbasis saham," ujar Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia.

Manajemen menegaskan bahwa fluktuasi tersebut merupakan bagian siklus pasar yang wajar mengingat karakteristik produk PAYDI yang diperuntukkan bagi jangka panjang.

"Unitlink adalah produk investasi jangka panjang, sehingga fluktuasi pasar dalam jangka pendek merupakan bagian dari dinamika pasar," katanya Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia.

Guna memitigasi risiko, perusahaan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan subdana PRULink melalui pemantauan berkala terhadap kinerja manajer investasi.

"Keputusan investasi untuk membeli saham emiten selalu didasarkan pada beberapa kriteria, antara lain bisnis yang berkesinambungan, kinerja keuangan yang solid, manajemen yang berkualitas, serta valuasi yang menarik dan likuiditas yang baik," jelas Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia.

Penerapan strategi fundamental ini diharapkan dapat menjaga nilai investasi nasabah agar tetap optimal dalam jangka waktu yang panjang.

"Dengan demikian, unitlink diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang yang memberikan nilai tambah bagi nasabah," imbuh Adit Trivedi, Chief Financial Officer Prudential Indonesia.

Meskipun kondisi pasar tertekan, PT Prudential Life Assurance berhasil membukukan pendapatan premi sebesar Rp 7,28 triliun hingga April 2026.

Beberapa produk unitlink saham perusahaan juga tetap mencatatkan imbal hasil positif, seperti PRUlink Rupiah Global Emerging Markets Equity Fund sebesar 14,96 persen dan PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund sebesar 12,40 persen.

Berdasarkan data Infovesta, penurunan tidak hanya terjadi pada kinerja unitlink saham, melainkan juga pada unitlink berbasis campuran yang terkontraksi sebesar 3,62 persen serta unitlink pendapatan tetap yang minus 0,97 persen.

Sementara itu, produk unitlink berbasis pasar uang menjadi satu-satunya kategori yang membukukan performa positif dengan rata-rata imbal hasil sebesar 1,04 persen hingga April 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi