PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) melakukan penyesuaian portofolio hasil investasi asuransi syariah pada kuartal I-2026 akibat gejolak pasar keuangan global dan domestik yang terjadi pada Jumat (22/5/2026).
Langkah ini diambil di tengah penurunan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebesar 5% hingga 6% secara kuartalan, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi lebih dalam, seperti dilansir dari Keuangan.
Kondisi pasar yang dinamis ini turut memengaruhi pergerakan nilai tukar serta aliran dana investor domestik.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama memaparkan penyesuaian signifikan terjadi pada instrumen berbasis ekuitas dibandingkan instrumen investasi lainnya.
"Hal ini menunjukkan bahwa instrumen berbasis ekuitas mengalami penyesuaian yang lebih signifikan dibandingkan instrumen lainnya," ujar Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.
Menurut dia, pengelolaan investasi jangka panjang dan prinsip kehati-hatian sangat penting untuk menjaga keseimbangan portofolio industri asuransi syariah saat ini.
"Perusahaan juga melakukan penempatan pada saham syariah secara selektif untuk menjaga potensi imbal hasil jangka panjang, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kondisi pasar yang dinamis," kata Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.
Pihaknya memastikan penempatan dana dilakukan pada aset berfundamental kuat serta dievaluasi secara berkala agar mampu beradaptasi dengan volatilitas yield di pasar sukuk domestik.
"Setiap instrumen investasi dipastikan memenuhi ketentuan syariah serta menghindari unsur riba, gharar, dan maisir," tutur Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah.
Sebagai data pembanding, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hasil investasi industri asuransi syariah berada di angka negatif Rp 121,84 miliar per Maret 2026, setelah sebelumnya mencatat surplus Rp 545,24 miliar pada Februari 2026.