Sopir Truk Keluhkan Maraknya Pungutan Liar di Kawasan Kapuk Kamal

Sopir Truk Keluhkan Maraknya Pungutan Liar di Kawasan Kapuk Kamal

Sejumlah sopir truk mengeluhkan praktik pungutan liar yang masih marak terjadi di kawasan Kapuk Kamal, Jakarta Utara, dengan menyasar kendaraan dari luar daerah pada Selasa (5/5/2026). Para pelaku memanfaatkan situasi arus lalu lintas di persimpangan jalan untuk meminta uang secara paksa kepada pengemudi yang melintas.

Aksi premanisme jalanan ini dilaporkan menyasar berbagai jenis kendaraan, mulai dari truk kontainer hingga mobil boks kecil. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, para sopir menyebut kendaraan dengan plat nomor luar Jakarta, khususnya lintas Sumatera, menjadi target utama karena dianggap lebih rentan diperas.

Ardi, seorang sopir truk berusia 45 tahun, mengungkapkan bahwa pelaku pungli sangat antusias ketika melihat kendaraan dari luar kota masuk ke wilayah tersebut.

"Apalagi sama mobil-mobil luar lintas Sumatera-an itu. Paling senang dia. Justru paling senang dia kalau mobil-mobil luar kota itu," ujar Ardi.

Ardi menjelaskan bahwa nominal uang yang diminta bervariasi tergantung jenis kendaraannya. Meskipun jumlah untuk kendaraan kecil tergolong ringan, frekuensi pungutan tersebut sangat mengganggu kenyamanan berkendara.

"Ya, colt diesel-colt diesel juga kena. Ya cuman mereka kan paling ya seribu, dua ribu gitu," ucap Ardi.

Praktik ini diketahui terkonsentrasi di titik-titik strategis seperti persimpangan jalan, di mana pelaku seringkali berpura-pura mengatur lalu lintas. Ardi menekankan bahwa penindakan yang dilakukan selama ini belum memberikan efek jera yang permanen.

"Ya, di situ mah enggak bisa hilanglah. Ditangkap hari ini, besok juga ada lagi, ada lagi," tutur Ardi.

Selain Ardi, keresahan serupa juga dialami oleh Fatih, sopir lainnya yang sering melintasi jalur Kapuk Kamal. Ia menegaskan bahwa hampir semua pengemudi mobil angkutan barang tidak luput dari tarikan uang tersebut.

"Bukan mobil kontainer aja, mobil kecil juga, mobil boks juga dimintain," ungkap Fatih.

Fatih merasa jenuh dengan kondisi yang tidak kunjung berubah meskipun masalah ini sudah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama.

"Ah itu mah udah dari dulu. Capek," kata Fatih.

Pengemudi berharap ada tindakan nyata dan tegas dari aparat kepolisian maupun dinas terkait guna membersihkan kawasan tersebut dari pungutan ilegal. Fatih menilai keberadaan para pemungut liar tersebut sama sekali tidak membantu kelancaran jalan.

"Aduh, kalau maunya ya semuanya diberantas gitu. Jadi ya enggak berguna buat apa gitu? Sekadar lewat dimintain banyak lah. Capek ya," tambah Fatih.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (5/5/2026) mulai pukul 09.45 WIB, para pelaku terlihat beraksi di pertigaan menuju Jalan Kapuk Kamal Raya. Mereka berdiri di tengah jalan dan langsung menjulurkan tangan ke arah jendela sopir saat kendaraan mulai melambat atau berbelok.

Titik pungli lainnya teridentifikasi berada di pertigaan sebelum jembatan serta di area depan Rumah Pompa Polder Kamal. Keberadaan oknum-oknum ini terus menjadi beban finansial tambahan bagi para sopir yang menggantungkan mata pencahariannya di jalur distribusi tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi