Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Kebijakan Fiskal Perburuk Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Kebijakan Fiskal Perburuk Nilai Tukar Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh Rp18.000 per dolar AS akibat buruknya kebijakan fiskal pemerintah, seperti dilansir dari Suara pada Kamis (4/6/2026).

Kondisi keuangan negara diklaim berada dalam posisi aman dan terkendali berdasarkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Guna membuktikannya, Kementerian Keuangan bersiap memaparkan data laporan APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta pada pekan depan.

Data awal menunjukkan defisit anggaran hanya sebesar 0,7 persen dalam lima bulan pertama tahun ini, disertai catatan surplus pada keseimbangan primer. Menkeu Purbaya menanggapi kritik para ekonom yang dinilai cenderung menyoroti sisi negatif dari situasi perekonomian domestik saat ini.

"Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu minggu depan. Ada update fiskal APBN KiTa," kata Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Pemerintah menegaskan bahwa proyeksi anggaran selalu dikalkulasikan secara cermat menggunakan prediksi ekonomi yang akurat. Sektor perpajakan juga dilaporkan mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 22 persen secara tahunan (yoy) berkat langkah-langkah reformasi terstruktur.

"Pasti mereka akan lihat yang paling jelek. Jadi enggak apa-apa. Kita akan hitung. Kita selalu hitung berdasarkan prediksi ekonomi dengan prediksi yang benar. Bukan hanya sekian persen kali sekian," kukuh Purbaya.

Melalui lonjakan penerimaan pajak tersebut, struktur belanja negara dipastikan tetap terjaga tanpa mengganggu stabilitas fiskal. Purbaya menepis anggapan publik mengenai pengelolaan anggaran negara yang dinilai tidak terukur.

"Jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan perpajakan yang amat signifikan. Sehingga anggaran kita amat aman," timpal Purbaya.

Pemerintah menjadwalkan pembukaan data realisasi anggaran secara menyeluruh dalam pertemuan resmi mendatang untuk meluruskan opini publik yang berkembang. Grafik perkembangan defisit satu persen akan ditunjukkan secara transparan sebagai bukti konkret keberhasilan pengelolaan instrumen fiskal.

"Jadi kalau ada isu oleh Pemerintah, kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus. Nanti saya kasih tahu nanti kalau kita meeting di APBN KiTa ya. Saya kasih lihat gambar 1 persen (defisit APBN) seperti apa," tegas Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi