Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan stabilitas fundamental ekonomi dan fiskal nasional berada dalam posisi aman dan terhindar dari potensi krisis seperti tahun 1997-1998. Penegasan tersebut disampaikan di Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (6/6/2026), menyusul adanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah akibat sentimen pasar negatif, seperti dilansir dari Detik Finance.
"Yang penting begini, kita tidak sedang menuju keadaan seperti 97-98 lagi. Fiskal kita baik, ekonominya bagus, hanya ada sentimen negatif yang mengganggu sedikit terhadap nilai tukar," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Fluktuasi yang terjadi pada mata uang rupiah dinilai lebih banyak dipicu oleh faktor psikologis pasar. Purbaya menyatakan situasi tersebut dapat diatasi melalui peningkatan sinergi kebijakan antara jajaran pemerintah dan bank sentral.
"Tapi itu harusnya bisa diperbaiki dengan kombinasi yang lebih baik antara pemerintah, Departemen Keuangan dengan Bank Sentral," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Langkah koordinasi nyata telah dimulai melalui pertemuan formal yang digelar pada Sabtu pagi bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks parlemen. Pertemuan tersebut bertujuan menyelaraskan instrumen keuangan negara agar tetap efektif mendorong roda perekonomian.
"Jadi, kita memastikan kebijakan fiskal dan moneter berjalan searah untuk memastikan ekonominya tumbuh dengan baik. Fiskal akan lebih fokus ke kebijakan fiskal, moneter lebih fokus ke kebijakan moneter," terang Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Melalui pola komunikasi yang sinkron, pemerintah optimis mampu memberikan kepastian di pasar keuangan. Dampak positif dari harmonisasi regulasi ini diharapkan segera meredam volatilitas nilai tukar yang terjadi saat ini.
"Tapi dengan koordinasi yang lebih tepat supaya semuanya sinkron dan bisa memberi sinyal ke pasar bahwa kita tetap berjalan secara harmonis antara fiskal moneter dan yang lain-lain, sehingga sentimen negatif ke rupiah kita harapkan turun," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.