Purbaya Yudhi Sadewa Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5,5 Persen

Purbaya Yudhi Sadewa Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5,5 Persen

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tahun 2026 akan bertahan di atas level 5,5 persen pada Selasa (12/5/2026). Target ini ditetapkan di tengah kekhawatiran sejumlah ekonom mengenai potensi perlambatan laju ekonomi nasional.

Keyakinan pemerintah didasarkan pada strategi penguatan sektor riil serta perluasan akses pembiayaan bagi dunia usaha untuk menjaga momentum pertumbuhan. Dilansir dari Money, capaian ekonomi pada kuartal I-2026 sebelumnya telah mencatatkan angka 5,61 persen secara tahunan, meningkat signifikan dari periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen.

Purbaya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak hanya bersandar pada belanja pemerintah semata, melainkan didukung oleh berbagai instrumen kebijakan strategis. Ia mempertanyakan keraguan para pengamat terkait kemampuan pemerintah dalam mempertahankan performa ekonomi tersebut.

“Mereka enggak tahu strategi ekonomi saya seperti apa. Walaupun kemarin cuma belanja pemerintah yang tumbuh, ekonomi enggak mungkin sampai tumbuh 5,61 persen kalau hanya mengandalkan itu. Kenapa?,” ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Pemerintah berencana memberikan insentif khusus pada sektor kendaraan listrik dan mempermudah pembiayaan bagi industri yang berorientasi ekspor. Langkah ini akan diawali dengan koordinasi langsung bersama para pelaku industri tekstil, furnitur, hingga alas kaki dalam waktu dekat.

“Khusus perusahaan berorientasi ekspor seperti tekstil, furnitur, dan sepatu, saya akan panggil rapat lagi dalam waktu dekat supaya mereka punya akses pembiayaan yang lebih bagus dan lebih murah,” katanya Purbaya, Menteri Keuangan.

Salah satu instrumen yang akan dioptimalkan adalah dukungan likuiditas melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. Purbaya mengungkapkan adanya potensi dana yang belum terserap secara maksimal pada lembaga tersebut.

“Saya bisa masuk lewat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Di situ uangnya juga banyak, ternyata sebagian selama ini menganggur,” ujarnya Purbaya, Menteri Keuangan.

Selain stimulus fiskal, fokus kebijakan juga diarahkan pada efektivitas sektor perbankan dalam menyalurkan kredit ke sektor produktif. Hal ini dilakukan untuk memastikan roda ekonomi di sektor swasta tetap bergerak secara dinamis tanpa ketergantungan penuh pada bantuan pemerintah.

“Kita akan memastikan sektor swasta bekerja dengan baik. Bukan hanya stimulus saja, ada berbagai cara lain,” katanya Purbaya, Menteri Keuangan.

Menkeu juga menyoroti pentingnya optimalisasi mekanisme pasar dalam ekosistem keuangan nasional guna mendorong akselerasi pertumbuhan. Pendekatan ini dilakukan tanpa memberikan tekanan berlebih kepada lembaga perbankan terkait penyaluran pinjaman.

“Yang saya kerjakan bukan memaksa bank memberi pinjaman, tetapi memastikan invisible hand bekerja di sektor finansial,” tutur Purbaya, Menteri Keuangan.

Artikel terkait

Rekomendasi