Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pasar saham Indonesia memiliki prospek cerah ke depan meskipun belakangan ini mengalami fluktuasi dan tekanan cukup dalam. Penguatan fundamental nasional melalui reformasi ekonomi diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pergerakan indeks saham, seperti dilansir dari Detik Finance.
Keyakinan tersebut disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 saat menanggapi pertanyaan mengenai peluang pergerakan indeks saham di masa mendatang. Purbaya menilai posisi indeks saham saat ini sudah mendekati titik terendah atau bottom secara analisis teknikal jangka pendek.
"Beberapa indeks saham turun dengan sangat drastis, apakah indeks ini masih akan turun? Apakah akan punya peluang naik ke depannya? Peluang naiknya besar sekali, karena ekonomi kita akan membaik terus," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pemerintah bersama Presiden Prabowo menegaskan komitmen serius dalam melakukan pembenahan struktur ekonomi nasional. Langkah koordinatif antar-lembaga terus berjalan demi memastikan seluruh pondasi perekonomian kokoh.
"Kami, Pak Presiden melakukan reformasi ekonomi betul-betul serius, nggak main-main. Saya disuruh ke sana-ke sini untuk beresin semuanya. Yang lain juga bekerja sama," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pergerakan ekonomi senantiasa mengikuti siklus bisnis yang wajar. Durasi fase ekspansi ekonomi dinilai dapat bertahan lebih lama apabila pengelolaan reformasi dijalankan dengan strategi yang pintar.
"Kalau dilihat ekonomi kan ada siklus bisnis, turun naik, turun naik. Masa ekspansi itu sekitar 7-8 tahun kalau kita bodoh, kalau pintar bisa 10 tahun," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Berdasarkan kalkulasi hitungannya, potensi pertumbuhan indeks saham dari titik terendah bahkan dapat melonjak hingga empat sampai lima kali lipat. Akumulasi kenaikan jangka panjang tersebut diproyeksikan terjadi pada rentang periode tahun 2028 hingga 2030.
"Kalau kemarin lets say terendahnya 7.000, kalau 4 kali nanti akhir tahun 2028-2029-2030, jadi prospek meningkatnya sangat baik," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Meredanya tekanan di pasar modal saat ini juga diperkuat oleh indikator analisis teknikal pergerakan jangka pendek. Purbaya melihat pergerakan indeks saat ini sudah berada di area jenuh jual atau mendekati batas bawah.
"Kalau saya lihat teknikal analisis jangka pendek, ini sebentar lagi sudah bottom, atau mungkin sudah bottom," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak bersikap reaktif atau takut dalam menempatkan dana investasi di pasar modal. Pemerintah memberikan jaminan untuk senantiasa mengawal performa fundamental ekonomi agar terus bergerak positif secara bertahap.
"Jadi teman-teman nggak usah takut, investasi jangka panjang, lihat pondasi ekonomi seperti apa. Selama saya Menteri Keuangannya, pondasi ekonomi akan membaik terus ke depan dan IHSG pasti akan terus naik bertahap. Jadi Anda nggak usah takut," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.