Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Tunai Rp122,17 Miliar

Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Tunai Rp122,17 Miliar

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyepakati pembagian dividen tunai senilai Rp122,17 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Keputusan ini diambil setelah emiten hulu migas tersebut membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,9 persen sepanjang tahun buku 2025.

Nilai dividen yang dibagikan setara dengan 7,03 juta dollar AS atau Rp45 per lembar saham dengan acuan kurs Rp17.378 per dollar AS. Pengalokasian laba ini telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui lima agenda utama yang diajukan manajemen perseroan dalam rapat tersebut.

"Pembagian ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk memberikan imbal hasil yang konsisten sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ke depan," tulis manajemen RATU dalam keterangan resmi yang dilansir dari Bisnis.com.

Peningkatan laba bersih menjadi 15,2 juta dollar AS terjadi di tengah penurunan pendapatan sebesar 14,6 persen menjadi 49,3 juta dollar AS akibat rendahnya volume lifting dan harga minyak. Namun, dilansir dari Kompas.com, perusahaan berhasil menekan biaya pokok penjualan (COGS) sebesar 29 persen sehingga Adjusted EBITDA tetap tumbuh 2 persen ke angka 30,8 juta dollar AS.

Posisi keuangan perseroan juga menunjukkan penguatan dengan total aset mencapai 76 juta dollar AS dan ekuitas sebesar 56,6 juta dollar AS. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Babel Insight, rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) perusahaan berada pada level sehat yakni 0,30 kali.

Operasional perseroan sejauh ini masih bertumpu pada produksi di dua wilayah kerja utama, yaitu Blok Cepu dan Blok Jabung. Blok Cepu mencatatkan rata-rata produksi harian sebesar 151.000 barel minyak per hari, sementara Blok Jabung membukukan produksi sebesar 49,7 ribu barel setara minyak per hari.

Kinerja Operasional Wilayah Kerja RATU 2025
Wilayah KerjaProduksi HarianCadangan 2P
Blok Cepu151.000 BOPD296 MMBO
Blok Jabung49,7 Ribu BOEPD243 MMBOE

Kedua blok tersebut saat ini menjadi pilar utama pendapatan sekaligus menjadi landasan bagi rencana ekspansi bisnis perusahaan di masa mendatang. Laporan keuangan konsolidasian tahun 2025 yang disahkan dalam rapat tersebut juga telah menyandang status opini Wajar Tanpa Penyecualian.

Artikel terkait

Rekomendasi