Rano Karno Jadikan Kopenhagen Inspirasi Revitalisasi Kota Tua Jakarta

Rano Karno Jadikan Kopenhagen Inspirasi Revitalisasi Kota Tua Jakarta

Transformasi Jakarta menuju kota global yang nyaman dan ramah warga kini berkiblat pada penataan ruang di Eropa. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membidik konsep tata kota Kopenhagen di Denmark sebagai referensi utama dalam merestorasi kawasan bersejarah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjadikan kota yang telah berdiri lebih dari sembilan abad tersebut sebagai rujukan konkret. Targetnya adalah menata kawasan bersejarah di Jakarta dengan tetap mempertahankan integritas identitas aslinya.

Langkah strategis ini dipaparkan langsung oleh Rano Karno saat melakukan kunjungan kerja ke Denmark, seperti dikutip dari Detik Travel. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari akselerasi pembenahan ibu kota agar menjadi lebih hijau dan layak huni.

Proses pembenahan kawasan cagar budaya saat ini sudah mulai berjalan di lapangan. Pemprov DKI Jakarta menggerakkan tim khusus yang dibentuk lewat Keputusan Gubernur Nomor 1153 Tahun 2025, di mana Wakil Gubernur DKI Jakarta bertindak langsung sebagai Ketua Revitalisasi dan Penataan Kota Tua.

Eksekusi proyek ini mengedepankan pola kerja sama multisektor yang luas. Pemerintah pusat, pelaku usaha, komunitas lokal, hingga pihak swasta dilibatkan secara aktif demi mewujudkan kawasan bersejarah yang lebih hidup serta inklusif bagi semua kalangan.

Restorasi ini diposisikan sebagai fondasi awal bagi masa depan Jakarta. Pemerintah daerah berkomitmen melahirkan kota global yang modern secara ekonomi, namun tetap berpijak pada akar sejarah dan dapat dinikmati oleh publik luas.

"Jakarta sedang memperkuat transformasi menuju kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga nyaman dihuni dan tetap memiliki identitas kuat yang berpihak pada kualitas hidup masyarakat," ujar Rano seperti dikutip dari Antara, Rabu (20/5/2026).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Rano mengadakan pertemuan bilateral dengan Mayor of Employment, Integration, and Business for the City of Copenhagen, Andreas Kiel. Delegasi Jakarta mendalami regulasi kerja sama internasional, manajemen kota berkelanjutan, hingga strategi peningkatan pendapatan daerah.

Kopenhagen dipilih karena reputasinya yang konsisten berada di jajaran kota paling layak huni di dunia. Ibu kota Denmark ini memiliki keunggulan pada aspek kualitas ruang publik, efisiensi transportasi massal, dan tata ruang yang berorientasi pada manusia.

Agenda diskusi juga berfokus pada penyediaan fasilitas publik yang berkeadilan. Beberapa poin yang dipelajari meliputi jalur sepeda yang aman, restorasi kawasan tepi air yang bersih, serta penyediaan ruang publik yang setara melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan.

Otoritas Kota Kopenhagen menekankan bahwa setiap wilayah memiliki keunikan karakteristik tersendiri yang tidak bisa disamakan. Konsep kota layak huni harus disesuaikan dengan kebutuhan riil warga lokal, di mana Jakarta sebagai kota tropis memerlukan lebih banyak area interaksi publik yang teduh.

Artikel terkait

Rekomendasi