Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, mulai Rabu (6/5/2026) hingga 31 Mei 2026. Langkah ini diambil guna memfasilitasi proyek relokasi jaringan utilitas yang memicu penyempitan jalan di sejumlah titik lokasi pekerjaan.
Penyempitan badan jalan tersebut terjadi di sepanjang Jalan Kuningan Barat Raya, Jalan Kuningan Barat I, serta Jalan Kuningan Barat II. Penataan arus kendaraan dilakukan secara bertahap oleh petugas untuk meminimalisir hambatan mobilitas warga di sekitar area proyek tersebut sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengonfirmasi bahwa penyesuaian arus dilakukan demi mendukung kelancaran pemindahan infrastruktur kabel dan jaringan bawah tanah. Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama hampir empat pekan sepanjang bulan Mei.
“Sehubungan dengan pekerjaan relokasi jaringan utilitas di Jalan Kuningan Barat Raya, kami melakukan rekayasa lalu lintas,” ujar Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Teknis pengerjaan di lapangan menggunakan sistem boring manual yang mencakup pengeboran jalur, penempatan subduct, instalasi manhole, hingga proses penarikan kabel. Pada fase awal, fokus pengerjaan terkonsentrasi di Jalan Kuningan Barat Raya, tepatnya dari persimpangan Jalan Kapten P Tendean menuju arah depan Gedung Cyber 1.
“Dimensi pekerjaan adalah 200x100 cm untuk manhole dan 200x50 cm untuk hand hole/pit bantu, selama pekerjaan akan terjadi penyempitan badan jalan,” kata Syafrin Liputo.
Area kerja yang memakan sebagian badan jalan diprediksi akan meningkatkan volume kepadatan kendaraan pada jam sibuk. Pihak otoritas transportasi Jakarta menyarankan para pengguna jalan untuk mengatur ulang jadwal perjalanan atau mencari rute alternatif guna menghindari titik penyempitan tersebut.