Analis Rekomendasikan Saham Pilihan Saat Ekspansi Manufaktur

Analis Rekomendasikan Saham Pilihan Saat Ekspansi Manufaktur

Aktivitas manufaktur Indonesia yang mencatatkan ekspansi berpotensi mendorong perbaikan laporan keuangan emiten di Bursa Efek Indonesia meskipun peningkatan tersebut tidak langsung mendongkrak laba bersih seketika.

Data mengenai potensi pemulihan sektor industri ini dilansir dari Investasi pada Rabu (3/6/2026), di mana beberapa sektor dinilai menarik untuk dicermati oleh pelaku pasar.

Sektor otomotif dan komponen menjadi salah satu yang paling cepat merasakan dampak awal karena peningkatan aktivitas pabrik berjalan linear dengan volume penjualan kendaraan emiten seperti ASII, IMAS, dan VKTR.

Selain itu, sektor barang konsumsi seperti ICBP, INDF, dan MYOR turut diuntungkan oleh penguatan daya beli domestik, disusul sektor logistik dan bahan baku seperti ASSA, SMDR, dan TMAS.

"Namun, kenaikan ini tidak serta-merta langsung mendongkrak laba bersih emiten seketika, melainkan ada proses transmisi dan beberapa faktor risiko yang perlu dicermati," kata Yazid kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).

Yazid menilai prospek perbaikan laporan keuangan emiten kelak akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan instrumen investasi di pasar modal.

"Kinerja saham bisa terpengaruh karena laporan keuangan emiten berpotensi membaik," tambah Yazid.

Analis ini kemudian menempatkan saham ASII sebagai pilihan investasi utama dengan target harga jangka panjang pada level Rp 7.300 per saham.

Di sisi lain, tantangan operasional masih membayangi pelaku industri akibat dinamika nilai tukar mata uang yang menekan biaya produksi.

"Strategi terbaik untuk sektor manufaktur saat ini adalah trading jangka pendek memanfaatkan pantulan teknikal singkat, atau wait and see jika trennya masih turun tajam," jelas Ike kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).

Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati menyebutkan bahwa indeks PMI Manufaktur Mei 2026 berada di level netral 50,0.

Kondisi tersebut membuat emiten menghadapi kenaikan beban operasional akibat tingginya biaya impor bahan baku dan barang modal yang dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing.

Ike merekomendasikan saham ICBP dan SMSM sebagai daftar pantauan karena SMSM memiliki margin laba bersih stabil dari porsi ekspor 70% ke 100 negara, sementara ICBP didukung arus kas tebal serta pendapatan valas yang kuat.

Artikel terkait

Rekomendasi