Pemkab Lamongan Rekonstruksi 56 Ruas Jalan Strategis pada 2026

Pemkab Lamongan Rekonstruksi 56 Ruas Jalan Strategis pada 2026

Pemerintah Kabupaten Lamongan melaksanakan rekonstruksi 56 ruas jalan strategis sepanjang 40 kilometer melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula) pada Kamis (14/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar distribusi logistik ekonomi di seluruh wilayah kabupaten.

Sebagaimana dilansir dari Kompas, proyek ini mencakup pengerjaan fisik berupa pelebaran dan penggunaan konstruksi beton guna memastikan ketahanan jalan dalam jangka panjang. Otoritas setempat menargetkan angka kemantapan jalan daerah meningkat hingga mencapai level 63,55 persen pada akhir tahun anggaran ini.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan bahwa perbaikan aksesibilitas merupakan instrumen utama untuk memacu percepatan pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah. Penurunan hambatan mobilisasi komoditas perdagangan dan hasil tani menjadi target utama dari implementasi program infrastruktur tersebut.

"Program Jamula 2026 merupakan manifestasi komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas yang merata. Saat ini, seluruh paket pekerjaan sedang dalam progres; mencakup fase penghitungan, hamparan agregat, hingga pengecoran permanen," ujar Yuhronur Efendi, Bupati Lamongan.

Manajemen proyek difokuskan pada jalur-jalur logistik yang memiliki beban tonase kendaraan tinggi untuk meningkatkan nilai tambah lahan pedesaan. Pihak pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesadaran warga dalam menjaga aset jalan agar tidak mengalami penurunan fungsi sebelum waktunya.

"Kami menargetkan hasil pembangunan ini dapat dirasakan secara inklusif. Jamula adalah pilar bagi Lamongan yang terkoneksi dan berkelanjutan, selaras dengan visi pembangunan jangka menengah daerah," tambah Yuhronur Efendi, Bupati Lamongan.

Pemerintah berharap penyelesaian 56 ruas jalan ini dapat menjadi daya tarik bagi calon investor yang ingin masuk ke Kabupaten Lamongan. Upaya preservasi kolektif seperti pemeliharaan drainase dan kepatuhan terhadap batas beban kendaraan kini menjadi faktor penentu durabilitas infrastruktur tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi