Riset IIF Tempatkan Hong Kong dan Jepang Jadi Negara Utang Tertinggi

Riset IIF Tempatkan Hong Kong dan Jepang Jadi Negara Utang Tertinggi

Riset Global Debt Monitor kuartal IV-2025 menempatkan Hong Kong dan Jepang sebagai negara dengan rasio utang tertinggi di dunia. Pemetaan makro ini dirilis oleh Institute of International Finance (IIF) dengan mengalkulasi tingkat leverage secara menyeluruh.

Dikutip dari Suara, data tersebut merangkum agregat kewajiban finansial dari tiga pilar ekonomi utama. Pilar tersebut meliputi sektor rumah tangga, korporasi swasta, hingga pos anggaran belanja pemerintah pusat.

Hong Kong berada di posisi puncak sebagai wilayah dengan rasio utang paling ekstrem di dunia yang menyentuh 380% terhadap PDB. Tepat di bawahnya, Jepang mengekor di peringkat kedua dengan akumulasi beban utang mencapai 372% dari total PDB.

Meskipun sama-sama bertengger di zona merah, akar masalah pembengkakan kewajiban di kedua wilayah maju Asia ini memiliki karakteristik struktural yang bertolak belakang. Pemicu lonjakan utang di Hong Kong berasal dari sektor korporasi properti, sementara di Jepang didominasi oleh kewajiban pemerintah.

Sebagai pusat keuangan global, utang publik pemerintah Hong Kong sebenarnya berada di level aman, yakni hanya 67% dari PDB. Pos utang rumah tangganya pun bertengger di angka 86%, sebuah angka yang jamak dijumpai pada negara makmur.

Namun, pemicu utama lonjakan liabilitas ini bersumber dari sektor usaha non-keuangan yang meroket hingga 227% terhadap PDB. Tingginya angka ini disebabkan oleh ketergantungan ekonomi Hong Kong pada industri real estat melalui skema pembiayaan dengan pengungkit modal tinggi.

Kondisi sebaliknya terjadi di Negeri Sakura, di mana akumulasi kewajiban terbesar justru diproduksi oleh sektor publik atau pemerintah yang menyentuh angka 199% dari PDB. Kerentanan fiskal ini merupakan warisan dari periode stagnasi ekonomi berkepanjangan sejak awal era 1990-an.

Kendati utang pemerintah membubung tinggi, stabilitas keuangan Jepang relatif aman. Hal ini karena mayoritas obligasi negara tersebut didekap oleh investor domestik, seperti perbankan lokal dan korporasi asuransi dalam negeri.

Daftar Negara dengan Rasio Total Utang terhadap PDB Tertinggi di Dunia
Negara/WilayahRasio Utang terhadap PDB
380%372%
347%326%
315%298%

Posisi Keuangan Indonesia Paling Rendah di ASEAN

Berbeda dengan negara-negara di atas, Indonesia memiliki rasio utang sebesar 79% terhadap PDB. Angka tersebut ditopang oleh kontribusi utang sektor rumah tangga sebesar 15%, korporasi non-keuangan 24%, dan porsi utang pemerintah sebesar 40%.

Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat utang paling rendah di kawasan Asia Tenggara yang masuk dalam pemeringkatan IIF. Rasio utang Indonesia jauh lebih kokoh ketimbang Filipina (96%), Laos (114%), Vietnam (161%), Thailand (223%), Malaysia (224%), bahkan Singapura (347%).

Sejalan dengan data global tersebut, laporan berkala Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Mei 2026 yang dirilis oleh Bank Indonesia mengonfirmasi arah kebijakan fiskal yang kian pruden. Pada Triwulan I-2026, total posisi ULN Indonesia bertengger di angka USD 433,4 milar.

Meskipun secara nominal terlihat besar, kecepatan pertumbuhan utang luar negeri ini terbukti melambat secara signifikan. ULN Indonesia tercatat hanya tumbuh sebesar 0,8% secara tahunan, melandai drastis dari kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh laju pertumbuhan 1,9%.

Dari total pinjaman luar negeri tersebut, sektor publik memegang kendali atas dana sebesar USD 214,7 miliar. Pengereman penarikan utang baru oleh pemerintah terjadi di tengah tingginya minat manajer investasi global dalam berburu Surat Berharga Negara.

Artikel terkait

Rekomendasi