CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia enggan memberikan konfirmasi mengenai rumor pembentukan badan ekspor baru oleh pemerintah usai menghadiri rapat di Jakarta pada Selasa (19/5/2026).
Kabar mengenai rencana pengumuman badan pengelola ekspor komoditas strategis tersebut telah memicu kekhawatiran monopoli pasar di masyarakat. Dampak dari isu ini bahkan menyebabkan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nasional selama dua hari terakhir, sebagaimana dilansir dari Suara.
Saat ditemui di Kementerian ESDM, Rosan Roeslani memilih tidak memberikan jawaban pasti mengenai kebenaran isu ekspor tersebut kepada para wartawan.
"Ya, sudah tunggu besok. Entar ada penjelasan besok semua," kata Rosan Roeslani, CEO Danantara.
Senada dengan sikap Rosan, Bahlil Lahadalia juga tidak bersedia memaparkan informasi lebih mendalam terkait rencana pembentukan lembaga baru tersebut.
"Tunggu saja, ya," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Lembaga baru ini diisukan akan mengendalikan ekspor komoditas strategis nasional seperti batu bara, minyak kelapa sawit, hingga produk pertambangan. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal mengumumkan badan tersebut di Jakarta pada Rabu (20/2/2026).
Melalui regulasi baru ini, seluruh perusahaan terkait diwajibkan menjual produk mereka ke badan ekspor tersebut. Langkah penataan ini dirumorkan sebagai upaya pemerintah untuk menekan praktik under invoicing dalam kegiatan ekspor nasional, meski kepastian posisi badan ini di bawah Danantara belum ditentukan.