Investor di pasar modal mulai melakukan rotasi aset dari saham NVIDIA ke sektor Central Processing Unit (CPU) seperti AMD dan Micron pada awal Mei 2026. Pergeseran ini terjadi saat pertumbuhan saham NVIDIA melambat di angka 13,4 persen dalam sebulan terakhir, tertinggal jauh dari AMD yang melonjak 70,4 persen.
Data pasar menunjukkan adanya divergensi signifikan di mana nilai saham NVIDIA terkoreksi 4,3 persen dalam satu pekan terakhir. Sebaliknya, saham Micron (MU) justru mencatatkan kenaikan sebesar 7,3 persen dan AMD tumbuh 3 persen pada periode yang sama.
| Perusahaan | Pertumbuhan Harga Saham (%) |
|---|---|
| AMD | 70,4% |
| Micron (MU) | 44,7% |
| NVIDIA (NVDA) | 13,4% |
Real Investment Advice melaporkan bahwa fenomena ini dipicu oleh kejenuhan posisi kepemilikan pada NVIDIA yang dianggap sudah terlalu padat oleh pelaku pasar. Selain itu, transisi teknologi dari pelatihan model bahasa besar (LLM) menuju aplikasi kecerdasan buatan (AI) berbasis agen meningkatkan permintaan terhadap infrastruktur CPU.
Kondisi pasar saat ini juga diwarnai dengan kenaikan indeks S&P 500 ke level rekor meski harga minyak mentah bertahan di atas 105 dolar AS per barel. Analis mengamati adanya risiko koreksi jika laporan laba mendatang tidak sesuai dengan ekspektasi tinggi investor terhadap sektor teknologi.
"no satu knows the status of talks aside from himself" ujar Donald Trump, Mantan Presiden AS.
Pernyataan tersebut menanggapi ketidakpastian konflik di Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga saat ini. Di sisi lain, pasar terus memantau rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang diprediksi melambat secara signifikan pada pekan ini.
"The market is not pricing oil at $90 in 2027; it is pricing it at roughly $70. That is either a generational good hedging opportunity for any business that buys energy, or a generational mistake that gets corrected violently" tulis Real Investment Advice.
Laporan tersebut menegaskan bahwa pasar saat ini tidak menghitung risiko harga minyak jangka panjang secara akurat. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data JOLTS dan laporan penggajian non-pertanian yang akan diterbitkan pada akhir pekan untuk menentukan arah kebijakan suku bunga selanjutnya.