RSUD Dr Soetomo Terapkan Prosedur Code Red Saat Kebakaran di Gedung PPJT

RSUD Dr Soetomo Terapkan Prosedur Code Red Saat Kebakaran di Gedung PPJT

Manajemen RSUD Dr Soetomo Surabaya mengaktifkan protokol kedaruratan code red saat kebakaran melanda satu ruangan di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat (15/5/2026) pagi. Insiden yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu korban lainnya dalam kondisi kritis.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo, Prof Ahmad Suryawan, menyatakan bahwa seluruh prosedur penanganan bencana telah dijalankan sesuai standar. Pihak rumah sakit sebelumnya telah membekali personel dengan berbagai latihan mitigasi guna menghadapi situasi darurat seperti ini.

“Beberapa kejadian yang menyangkut api, sebelumnya telah kami lakukan simulasi secara reguler. Mulai dari skala kecil hingga besar. Bahkan, di setiap wilayah kami juga sudah punya logbook,” kata Prof Ahmad Suryawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Insiden Commander.

Implementasi status code red melibatkan penunjukan koordinator khusus untuk mengelola situasi di lapangan secara terstruktur. Fokus utama penanganan mencakup pemadaman api, evakuasi pasien, serta perlindungan aset penting berupa dokumen dan peralatan medis canggih.

“Alhamdulillah, dari semua koordinator semuanya telah terevakuasi dengan baik. Kemudian melakukan pengamanan, juga termasuk meregulasi apa yang harus disiapkan untuk penundaan di PPJT krena harus hidup 24 jam,” ungkap Prof Ahmad Suryawan.

Manajemen rumah sakit kini melakukan penyesuaian operasional karena Gedung PPJT merupakan fasilitas yang harus berfungsi selama 24 jam penuh. Terkait penyelidikan penyebab kebakaran, pihak internal menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada otoritas terkait.

“Kami sangat terbuka untuk memfasilitasi apapun yang diperlukan pihak kepolisian maupun pemadam kebakaran terkait insiden ini,” tutup Prof Ahmad Suryawan.

Upaya pemadaman di lokasi sempat menemui hambatan teknis karena tekanan air pada hydrant rumah sakit yang rendah untuk menjangkau lantai atas. Selain itu, petugas pemadam kebakaran dilaporkan kesulitan mengakses titik api lantaran jendela ruangan yang tidak dapat dibuka.

Artikel terkait

Rekomendasi