Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali berada dalam tekanan besar terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini. Pergerakan ini membuat mata uang Garuda melemah signifikan.
Dikutip dari Investasi, rupiah dibuka merosot pada level Rp 17.738 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup tajam.
Pelemahan ini mencapai 0,18% jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan hari sebelumnya. Pada penutupan lalu, rupiah masih berada di level Rp 17.706 per dolar AS.
Akibat penurunan tersebut, rupiah tercatat sebagai mata uang yang mengalami koreksi paling dalam di antara mata uang negara Asia lainnya. Sebagian besar mata uang di kawasan ini bergerak variatif.
Hingga pukul 09.00 WIB, ringgit Malaysia mencatatkan performa satu tingkat lebih baik daripada rupiah. Mata uang Malaysia tersebut mengalami pelemahan sebesar 0,09% terhadap dolar AS.
Selanjutnya, dolar Taiwan juga terpantau mengalami tekanan sebesar 0,07%. Langkah penurunan ini diikuti oleh baht Thailand yang ikut tergelincir sebesar 0,06% pada pagi yang sama.
Won Korea Selatan turut melemah dengan koreksi tipis sebesar 0,04%. Di sisi lain, dolar Hong Kong juga melemah sangat tipis yaitu 0,008% terhadap the greenback.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia justru berhasil menguat. Yen Jepang memimpin sebagai mata uang dengan kenaikan tertinggi di Asia setelah terapresiasi sebesar 0,02%.
Mata uang peso Filipina juga berhasil menanjak sebesar 0,008%, disusul oleh yuan China yang menguat tipis 0,006%. Adapun dolar Singapura bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat.