Rupiah Jatuh ke Level Terlemah Sepanjang Sejarah Akibat Arus Modal

Rupiah Jatuh ke Level Terlemah Sepanjang Sejarah Akibat Arus Modal

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) merosot ke level Rp 17.796 per dolar AS pada perdagangan Selasa (26/5/2026) di pasar spot. Pelemahan ini mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah setelah terkoreksi empat hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Investasi, mata uang garuda ditutup melemah 0,30 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.744 per dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar domestik terkait arus keluar modal asing, isu tata kelola, dan kebijakan pengendalian ekspor.

Bank Indonesia melalui kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga mencatat penurunan rupiah sebesar 0,26 persen. Kurs Jisdor berada di angka Rp 17.789 per dolar AS dari posisi hari Senin yang bertengger di level Rp 17.743 per dolar AS.

Dampak dari pelemahan mata uang ini turut menekan pasar saham domestik, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 1 persen pada perdagangan yang sama. Tekanan serupa melanda kawasan regional seperti mata uang baht Thailand yang melemah 0,4 persen ke kisaran 32,6 per dolar AS.

Kondisi global memperlihatkan dolar AS bergerak relatif stabil seiring memudarnya optimisme pasar atas kesepakatan damai Iran setelah ketegangan di Selat Hormuz. Sementara itu, mata uang euro melemah tipis ke level US$ 1,163 dan yen Jepang berada di posisi 158,99 per dolar AS.

Artikel terkait

Rekomendasi