Nilai tukar rupiah di pasar spot masih melanjutkan tren penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi pembukaan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.
Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dari Investasi pukul 09.12 WIB, mata uang Garuda berada pada posisi Rp 17.859 per dolar AS. Angka ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,07% jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang tertahan di level Rp 17.846 per dolar AS.
Koreksi ini menempatkan rupiah di zona merah bersama dengan sejumlah mata uang utama di kawasan Asia lainnya.
Won Korea menjadi mata uang dengan penurunan terdalam setelah melemah sebesar 0,51%, kemudian diikuti oleh rupiah yang terkoreksi 0,07%. Selanjutnya, dolar Singapura mengalami penurunan 0,05%, yen Jepang menyusut 0,04%, dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01% terhadap dolar AS.
Meski demikian, beberapa mata uang Asia lainnya justru berhasil mencatatkan penguatan terhadap mata uang jagoan Paman Sam tersebut pada pagi ini.
Peso Filipina memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 0,29%, disusul oleh ringgit Malaysia yang menguat 0,27%. Sementara itu, baht Thailand terapresiasi 0,24%, dolar Taiwan menguat 0,23%, dan yuan China merangkak naik 0,06% menghadapi dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau bergerak menguat ke level 99,03, naik dari posisi sebelumnya di angka 99,02.
| Mata Uang | Perubahan Nilai | Status Perdagangan |
|---|---|---|
| Won Korea | 0,51% | Melemah |
| Rupiah Indonesia | 0,07% | Melemah |
| Dolar Singapura | 0,05% | Melemah |
| Yen Jepang | 0,04% | Melemah |
| Dolar Hong Kong | 0,01% | Melemah |
| Peso Filipina | 0,29% | Menguat |
| Ringgit Malaysia | 0,27% | Menguat |
| Baht Thailand | 0,24% | Menguat |
| Dolar Taiwan | 0,23% | Menguat |
| Yuan China | 0,06% | Menguat |