Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penurunan dalam sesi perdagangan terkini. Berdasarkan data pasar Investing pada Kamis, 4 Juni 2026, mata uang Indonesia tersebut terkoreksi sebesar 0,48 persen.
Pelemahan ini membuat posisi rupiah kini berada di level Rp18.010,9 per dolar AS, seperti dilansir dari Medcom. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) justru mengalami penurunan tipis senilai 0,08 persen ke angka 99,425.Situasi pergerakan ini menandakan bahwa performa mata uang AS masih bergerak fluktuatif terhadap beberapa mata uang utama global. Sementara itu, dinamika nilai tukar mata uang di kawasan regional Asia juga terpantau bervariasi.
Beberapa mata uang di Asia tercatat mengalami penguatan terhadap rupiah. Yen Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen menjadi Rp112,61, sedangkan dolar Singapura menguat 0,22 persen ke posisi Rp14.032,46.
Mata uang yuan China juga terapresiasi tipis sebesar 0,12 persen ke level Rp2.657,73. Kondisi serupa terjadi pada baht Thailand yang bergerak naik sebesar 0,29 persen menuju angka Rp550,462.
Berbeda dengan mata uang lainnya, pergerakan euro terhadap rupiah terpantau tidak mengalami perubahan atau stagnan pada level Rp20.872,0. Sementara itu, ringgit Malaysia justru melemah sebesar 0,19 persen menjadi Rp4.492,73.
Sentimen Kebijakan Suku Bunga Global
Fluktuasi yang terjadi di pasar valuta asing saat ini masih didominasi oleh pengaruh sentimen global. Faktor utama yang memengaruhi meliputi arah kebijakan suku bunga dari bank sentral utama serta kondisi ekonomi dunia yang belum stabil.
Para pelaku pasar diperkirakan terus memantau rilis data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan guna membaca arah kebijakan The Federal Reserve yang menjadi motor penggerak utama dolar AS.