Rupiah Melemah ke Rp 17.744 per Dolar AS Akibat Defisit NPI

Rupiah Melemah ke Rp 17.744 per Dolar AS Akibat Defisit NPI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada perdagangan Senin (25/5/2026) karena tertekan oleh sentimen domestik dan global. Berdasarkan data pasar spot Bloomberg yang dilansir dari Investasi, mata uang garuda merosot 0,15 persen secara harian ke level Rp 17.744 per dolar AS.

Pelemahan ini juga sejalan dengan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Kurs referensi tersebut menunjukkan mata uang rupiah mengalami depresiasi sebesar 0,14 persen secara harian menuju posisi Rp 17.743 per dolar AS.

Kondisi ini dipengaruhi oleh pengumuman defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2026 yang menyentuh angka US$ 9,1 miliar. Catatan tersebut menjadi nilai defisit paling besar dalam jangka waktu lebih dari enam tahun terakhir.

Situasi pasar yang rapuh turut memicu pelemahan rupiah, kendati indeks dolar AS sebenarnya sedang turun berkat ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz. Selain itu, sikap pelaku pasar dipengaruhi oleh proyeksi kebijakan moneter bank sentral dalam waktu dekat.

"Prospek kenaikan suku bunga BI dalam satu atau dos pertemuan ke depan juga membuat investor masih menghindari SBN," ucap Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures.

Ketiadaan rilis data ekonomi penting membuat perhatian pasar kini beralih pada isu geopolitik di Timur Tengah. Para pelaku pasar sedang mencermati perkembangan situasi global yang melibatkan respons Iran terhadap usulan perdamaian dari pihak Amerika Serikat.

"Dengan absennya data ekonomi penting, Lukman menilai pergerakan rupiah besok (26/5) akan dipengaruhi oleh fokus investor yang tertuju pada respon Iran terhadap proposal perdamaian AS yang sewaktu-waktu akan terjadi." ujar Lukman Leong, Chief Analyst Doo Financial Futures.

Faktor eksternal ini diperkirakan akan membayangi pergerakan nilai tukar pada perdagangan selanjutnya. Lukman memproyeksikan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (26/6/2026) bakal berada pada rentang Rp 17.700 hingga Rp 17.800.

Artikel terkait

Rekomendasi