Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah ke level Rp 17.670 per dolar AS pada perdagangan Kamis (21/5) pukul 12.34 WIB akibat meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah.
Pelemahan mata uang Garuda ini terjadi setelah pada perdagangan hari sebelumnya sempat ditutup menguat di posisi Rp 17.654 per dolar AS, seiring fluktuasi yang terus membayangi pasar keuangan domestik, seperti dilansir dari Investasi.
Mata uang rupiah sebenarnya sempat dibuka menguat tipis pada posisi Rp 17.652 per dolar AS pagi ini, namun kemudian berbalik melemah 0,05 persen menjelang siang hari.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan indeks dolar AS didorong oleh kecemasan pasar terhadap konflik di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.
"Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat, meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut," ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat mata uang.
Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa ketegangan ini memicu ancaman penutupan efektif Selat Hormuz yang dapat mengganggu pasokan minyak dunia, meningkatkan harga energi, serta memicu inflasi global.
Kondisi eksternal ini memperbesar peluang bank sentral AS atau The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya kembali, sehingga dolar AS menguat dan menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
Sentimen domestik sebenarnya sempat menopang rupiah melalui pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI terkait target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,8 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027.
Langkah antisipasi juga telah diambil Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar dari tekanan eksternal.
Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan terus bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp 17.650 hingga Rp 17.700 per dolar AS.