Nilai tukar rupiah merosot sebesar 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp 17.839 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Dilansir dari Suara, penurunan dari posisi hari sebelumnya di level Rp 17.810 ini dipicu oleh lonjakan inflasi nasional periode Mei 2026.
Publikasi angka inflasi yang melebihi perkiraan pasar tersebut memicu kekhawatiran terkikisnya nilai imbal hasil riil. Akibatnya, daya tarik investasi domestik seperti Surat Berharga Negara (SBN) menurun dan mendorong aksi lepas portofolio oleh para investor.
Kondisi pasar keuangan Indonesia kian tertekan akibat penguatan masif indeks dolar AS sejak awal sesi perdagangan. Minimnya rilis data ekonomi krusial dari lingkup regional maupun global membuat mata uang Garuda kesulitan untuk bangkit dari zona merah.
Pengamat pasar keuangan sekaligus Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan bahwa situasi dalam negeri menahan minat pelaku pasar.
" Lonjakan pada inflasi bulan Mei meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga BI dan meredam permintaan pada SBN," jelas Lukman.
Di sisi lain, ketidakpastian politik internasional turut memicu perpindahan modal global menuju instrumen aset aman. Pengalihan dana ke safe haven ini secara otomatis menyedot likuiditas dari pasar negara berkembang.
" Sentimen rupiah akan kembali didikte oleh perkembangan seputar geopolitik di Timur Tengah," urai Lukman.
Tekanan dari greenback tidak hanya melemahkan rupiah, melainkan juga menekan sejumlah mata uang utama di kawasan Asia lainnya pada perdagangan hari ini.
Berikut adalah data kinerja mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Selasa, 2 Juni 2026:
| Mata Uang | Perubahan Kinerja | Status |
|---|---|---|
| Won Korea Selatan | -0,34% | Melemah |
| Dolar Taiwan | -0,26% | Melemah |
| Baht Thailand | +0,24% | Menguat |
| Rupee India | -0,23% | Melemah |
| Peso Filipina | +0,10% | Menguat |
| Dolar Singapura | +0,06% | Menguat |
| Yuan China | +0,05% | Menguat |
| Yen Jepang | -0,006% | Melemah |
| Dolar Hongkong | -0,005% | Melemah |
| Ringgit Malaysia | +0,005% | Menguat |