Rupiah Melemah ke Rp17.415 Akibat Konflik Amerika Serikat-Iran

Rupiah Melemah ke Rp17.415 Akibat Konflik Amerika Serikat-Iran

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan hingga menyentuh level Rp17.415 per dolar AS pada perdagangan Senin, 11 Maret 2026, menyusul kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi geopolitik di Timur Tengah tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia yang berdampak langsung pada tekanan mata uang Garuda di pasar global.

Pergerakan mata uang domestik pada Senin pagi tercatat merosot 4 poin atau setara 0,02 persen dari posisi penutupan sebelumnya di angka Rp17.382 per dolar AS. Dilansir dari Suara, pelemahan ini membuat sejumlah perbankan nasional melakukan penyesuaian nilai jual mata uang asing dengan rentang harga yang cukup lebar.

Sejumlah bank besar di Indonesia menetapkan kurs jual dolar AS yang bervariasi mulai dari Rp17.395 hingga menembus angka Rp17.705. Para analis memprediksi bahwa sepanjang hari ini nilai tukar rupiah akan terus bergerak fluktuatif dalam kisaran Rp17.300 sampai Rp17.400 per dolar AS.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu menjadi faktor eksternal utama yang menekan perekonomian global. Tingginya harga minyak akibat konflik tersebut memberikan sentimen negatif terhadap stabilitas nilai tukar di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Daftar Kurs Dolar AS di Bank Besar Indonesia (11 Maret 2026)
Nama BankKurs Beli (E-Rate)Kurs Jual (E-Rate)Kurs Beli (TT Counter)Kurs Jual (TT Counter)
Bank MandiriRp17.365Rp17.395Rp17.175Rp17.475
BNIRp17.403Rp17.433Rp17.305Rp17.475
BRIRp17.405Rp17.430Rp17.310Rp17.510
BCARp17.405Rp17.425Rp17.270Rp17.570
HSBC IndonesiaRp17.180Rp17.630Rp17.105Rp17.705

Data tersebut menunjukkan HSBC Indonesia menetapkan harga jual tertinggi untuk kategori TT Counter/Bank Notes senilai Rp17.705. Sementara itu, Bank Mandiri tercatat menawarkan kurs jual E-Rate paling kompetitif di level Rp17.395 pada perdagangan awal pekan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi