Rupiah Melemah ke Rp17.601 Per Dolar AS Akibat Konflik Geopolitik

Rupiah Melemah ke Rp17.601 Per Dolar AS Akibat Konflik Geopolitik

Nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sebesar 0,41 persen ke level Rp17.601 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, di tengah masa libur panjang domestik. Penurunan ini dipicu oleh penguatan indeks dolar AS dan lonjakan harga minyak mentah akibat eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data Bloomberg yang dilansir dari Suara, pelemahan rupiah di pasar spot terpantau terjadi pada pukul 13.27 WIB. Kondisi pasar modal yang terhenti karena aktivitas bisnis domestik yang libur membuat mata uang Garuda kehilangan daya tawar terhadap mata uang Negeri Paman Sam.

Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, memberikan penjelasan mengenai faktor eksternal yang menekan posisi rupiah hingga tenggelam. Kenaikan harga komoditas energi dunia menjadi beban tambahan bagi stabilitas nilai tukar saat ini.

"Rupanya ini sesuai dengan prediksi dan hari ini pun juga dolar AS ya menguat cukup tajam, ya kemudian harga minyak pun juga naik dan berdampak terhadap pelemahan mata uang rupiah," ujar Ibrahim, Pengamat Mata Uang.

Ibrahim menilai periode libur panjang saat ini menjadi tantangan berat karena terbatasnya langkah antisipasi yang bisa diambil otoritas moneter maupun pelaku usaha. Ketiadaan aktivitas bisnis di dalam negeri memperparah dampak dari memanasnya hubungan diplomatik di Timur Tengah.

"Nah dari segi internal sendiri pada saat masuk di musim libur ya dua hari, Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional," ucap Ibrahim, Pengamat Mata Uang.

Bank Indonesia berupaya meredam volatilitas dengan melakukan intervensi di pasar internasional untuk menstabilkan pergerakan rupiah. Langkah tersebut menjadi satu-satunya instrumen yang tersedia mengingat pasar keuangan domestik sedang tidak beroperasi.

Artikel terkait

Rekomendasi