Rupiah Melemah ke Rp 17.668 per Dolar AS Cetak Rekor Terendah

Rupiah Melemah ke Rp 17.668 per Dolar AS Cetak Rekor Terendah

Nilai tukar rupiah ambles hingga memecahkan rekor pelemahan baru sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (18/5). Kombinasi sentimen eksternal dan domestik memicu tekanan besar terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang.

Mata uang Garuda melemah sebesar 0,4 persen ke posisi Rp 17.668 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg, seperti yang dilansir dari Investasi. Penguatan indeks dolar AS (DXY) diidentifikasi menjadi faktor utama yang menekan posisi rupiah saat ini.

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo menjelaskan bahwa lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ke level 4,63 persen mendorong aliran dana global masuk ke aset aman. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mengerek harga minyak mentah Brent melampaui US$ 110 per barel.

"Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah Brent di atas US$ 110 per barel juga memperkuat aksi flight to quality," ujar Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka.

Meningkatnya tensi tersebut membuat para pelaku pasar modal cenderung menghindari aset berisiko di emerging market. Di sisi domestik, tekanan musiman kuartal II berupa pembayaran dividen dan utang luar negeri korporasi ikut memperparah keadaan, ditambah dampak negatif rebalancing indeks MSCI yang mendepak enam saham emiten besar Indonesia.

"Pasar akan menguji apakah momentum pelemahan masih berlanjut menuju Rp 17.800 per dolar AS apabila tekanan eksternal belum mereda," kata Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka.

Sutopo memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dalam rentang Rp 17.610 hingga Rp 17.720 per dolar AS pada perdagangan Selasa (19/5). Pelaku pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait respons bank sentral dalam mengantisipasi pelemahan mata uang melalui BI-Rate atau instrumen penunjang lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi