Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan pelemahan terbatas pada sesi perdagangan pagi.
Berdasarkan data pasar valuta asing Investing yang dikutip dari Medcom, mata uang Negeri Paman Sam tersebut bertengger di posisi Rp18.109,9 per dolar AS. Angka ini mencerminkan penguatan dolar AS sebesar 0,64 persen atau naik 114 poin.
Selain dolar AS, dominasi juga ditunjukkan oleh beberapa mata uang utama global lainnya terhadap rupiah. Mata uang Euro menguat 0,89 persen ke posisi 20.940, sedangkan dolar Singapura naik 0,53 persen menjadi 14.031,03.
Tren penguatan ini diikuti oleh Yen Jepang yang bergerak naik ke level 112,94. Yuan China juga terapresiasi menjadi 2.669,12, serta Baht Thailand yang menguat 0,40 persen ke angka 551,17.
Di lingkup regional Asia, Won Korea Selatan terpantau mengalami lonjakan sebesar 1,17 persen menuju level 11,6885. Sebaliknya, performa berbeda ditunjukkan oleh Ringgit Malaysia yang justru terdepresiasi sebesar 0,48 persen ke posisi 4.451,09.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) bergerak relatif stagnan di posisi 100,067 dengan kenaikan tipis sekitar 0,02 persen. Pergerakan di pasar komoditas memperlihatkan harga emas spot (XAU/USD) mengalami koreksi sebesar 0,18 persen menuju level 4.321,57.
Aktivitas perdagangan ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar global bergerak bervariasi atau mixed. Situasi tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap proyeksi kebijakan moneter Amerika Serikat serta dinamika ekonomi di kawasan Asia.