Nilai tukar rupiah terpantau mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perniagaan pagi hari.
Berdasarkan data pasar Investing pukul 09.26 WIB yang dilansir dari Medcom, mata uang rupiah berada pada level Rp17.691,6 per dolar AS atau terkoreksi sebesar 0,06 persen.
Kekuatan dolar AS juga terlihat dari indeks dolar AS yang mengalami kenaikan tipis 0,03 persen menuju posisi 99,285.
Lonjakan indeks dolar tersebut mengindikasikan mata uang Negeri Paman Sam tetap bergerak solid di tengah dinamika pasar global yang sedang berlangsung.
Kendati demikian, mata uang rupiah justru mencatatkan penguatan terhadap beberapa mata uang di kawasan Asia.
Yen Jepang dilaporkan melemah sebesar 0,10 persen terhadap rupiah ke level Rp111,30, sementara yuan China merosot 0,12 persen ke posisi Rp2.597,50.
Penurunan terhadap rupiah juga dialami oleh mata uang regional lainnya pada perdagangan yang sama.
Baht Thailand terpangkas 0,05 persen ke level Rp541,472, sedangkan ringgit Malaysia mencatatkan pelemahan paling dalam yaitu sebesar 0,19 persen ke posisi Rp4.446,69.
Di sisi lain, mata uang euro bergerak stabil tanpa perubahan signifikan terhadap rupiah dan bertahan di level Rp20.607,0 pada pagi ini.
Sementara itu, pergerakan harga emas dunia yang tercermin melalui XAU/USD terpangkas tipis 0,01 persen ke level 4.481,66.
Pelemahan komoditas emas tersebut terjadi secara bersamaan dengan adanya penguatan moderat dari dolar AS di pasar global.