Rupiah Menguat ke Rp18.144 per Dolar AS pada 9 Juni 2026

Rupiah Menguat ke Rp18.144 per Dolar AS pada 9 Juni 2026

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak ke zona hijau pada pembukaan perdagangan. Mata uang Indonesia ini mulai bangkit secara bertahap setelah sempat mengalami tren penurunan selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data kompilasi pasar spot Bloomberg yang dikutip dari Suara, mata uang Garuda berada di level Rp18.144 per dolar AS pada perdagangan pagi tanggal 9 Juni 2026.

Posisi tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 43 poin atau tumbuh 0,24 persen. Pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya, rupiah sempat tertahan di posisi Rp18.187 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini dipicu oleh penurunan harga minyak mentah global. Kondisi tersebut terjadi seiring dengan meredanya ketegangan politik di kawasan Timur Tengah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak dunia oleh meredanya geopolitik di Timur Tengah dimana Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan penyerangan," kata Lukman Leong.

Lukman Leong juga menilai pergerakan positif pasar saham regional pada pagi ini berpeluang menular ke pasar saham domestik. Hal tersebut dinilai dapat terus menyokong posisi rupiah hingga penutupan perdagangan nanti.

Meski demikian, pemulihan nilai tukar dalam satu hari ini belum memberikan pengaruh langsung pada sektor ekonomi makro. Namun, situasi tersebut diharapkan dapat menjadi momentum pembalikan arah dengan proyeksi pergerakan di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200.

Apresiasi terhadap dolar AS tidak hanya dialami oleh rupiah, melainkan juga melanda sejumlah mata uang di kawasan Asia. Won Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 0,79 persen, diikuti ringgit Malaysia yang naik 0,32 persen, dan baht Thailand sebesar 0,11 persen.

Mata uang lainnya seperti dolar Singapura menguat 0,09 persen, sedangkan peso Filipina dan yuan China sama-sama terapresiasi 0,07 persen. Dolar Hong Kong juga mencatat penguatan tipis sebesar 0,004 persen.

Sebaliknya, yen Jepang mengalami pelemahan sebesar 0,02 persen dan dolar Taiwan turun 0,11 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melorot ke posisi 99,96 dari posisi hari sebelumnya di level 100,04.

Artikel terkait

Rekomendasi