Rupiah Menguat ke Level Rp17.377 pada Perdagangan Rabu Pagi

Rupiah Menguat ke Level Rp17.377 pada Perdagangan Rabu Pagi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat 0,20 persen ke posisi Rp17.377 pada perdagangan Rabu (6/5/2026) pagi. Berdasarkan data RTI Infokom pukul 09.08 WIB, mata uang Garuda sempat bergerak di rentang Rp17.365 hingga Rp17.411 per dolar AS.

Tren penguatan ini tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga diikuti oleh sejumlah mata uang Asia lainnya sebagaimana dilansir dari Market. Won Korea memimpin penguatan sebesar 1,13 persen, disusul dolar Singapura 0,16 persen, dolar Taiwan 0,16 persen, yen Jepang 0,14 persen, serta yuan China dan baht Thailand yang masing-masing naik 0,12 persen.

Kondisi ini berbalik dari prediksi Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi yang memperkirakan rupiah akan fluktuatif cenderung melemah di angka Rp17.420 hingga Rp17.460 hari ini. Koreksi sempat terjadi pada Selasa (5/5/2026) saat rupiah ditutup turun 0,14 persen ke level Rp17.409 per dolar AS.

Ibrahim menjelaskan bahwa tekanan pada perdagangan sebelumnya dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi inflasi yang memaksa bank sentral AS, The Fed, untuk mempertahankan suku bunga tinggi.

"Hal ini mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, sehingga menekan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil," katanya dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

Dari sisi domestik, daya tahan ekonomi Indonesia didukung oleh laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2026. Sektor konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan tersebut, terutama dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur nasional dan hari besar keagamaan.

Artikel terkait

Rekomendasi