Rupiah Menguat ke Rp17.387 Per Dolar AS Dampak Sentimen Timur Tengah

Rupiah Menguat ke Rp17.387 Per Dolar AS Dampak Sentimen Timur Tengah

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,21 persen ke level Rp17.387 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026, menyusul munculnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan mata uang Garuda ini juga didorong oleh tren pertumbuhan ekonomi domestik yang positif, dilansir dari Suara.

Mata uang Indonesia mengawali perdagangan hari tersebut dengan kenaikan sebesar 34 poin atau 0,20 persen pada posisi Rp17.390 per dolar AS. Peningkatan konsisten ini terjadi di tengah optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah yang telah berlangsung sejak Februari lalu.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh respon positif pasar global terhadap pernyataan resmi mengenai kemajuan kesepakatan diplomatik. Kondisi ini menurunkan indeks dolar, imbal hasil obligasi, dan harga minyak mentah secara bersamaan.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on global merespon pernyataan Trump di akun sosmednya bahwa telah ada kemajuan besar menuju kesepakatan lengkap dan final dengan Iran. Lalu, indeks dolar AS, imbal hasil obligasi dan harga minyak mentah dunia turun bersamaan," kata Lukman Leong.

Pelaku pasar diperkirakan akan tetap waspada dalam memantau dinamika politik di Timur Tengah untuk menentukan langkah investasi selanjutnya. Lukman menyebutkan bahwa potensi penguatan rupiah masih terbuka meskipun akan cenderung terbatas tergantung pada stabilitas kondisi di wilayah tersebut.

"Tentunya investor masih mengantisipasi data cadangan devisa Indonesia dan data tenaga kerja AS di hari Jumat," jelas Lukman Leong.

Selain faktor eksternal, sentimen internal turut memperkokoh posisi rupiah melalui euforia atas pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi dalam empat tahun terakhir. Pasar juga menaruh harapan pada potensi kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia pada kuartal berjalan.

Apresiasi rupiah ini searah dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia lainnya yang juga mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin penguatan sebesar 1,06 persen, diikuti won Korea 1,05 persen, dan baht Thailand sebesar 0,67 persen.

Data Penguatan Mata Uang Asia Rabu (6/5/2026)
Mata UangPersentase Penguatan
Yen Jepang1,06%
Won Korea1,05%
Baht Thailand0,67%
Dolar Taiwan0,44%
Peso Filipina0,40%
Dolar Singapura0,36%
Ringgit Malaysia0,34%
Rupee India0,29%
Rupiah Indonesia0,21%
Yuan China0,19%

Berbeda dengan tren regional, dolar Hong Kong tercatat menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang mengalami pelemahan tipis. Mata uang tersebut turun 0,003 persen terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan sore ini.

Artikel terkait

Rekomendasi