Mata Uang Asia Menguat Tipis Saat IHSG Tertekan ke Level 6203

Mata Uang Asia Menguat Tipis Saat IHSG Tertekan ke Level 6203

Mayoritas mata uang di kawasan Asia termasuk rupiah terpantau mengalami penguatan terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada awal perdagangan Kamis, 21 Mei 2026. Kendati demikian, kondisi sebaliknya menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru langsung terkoreksi akibat maraknya tekanan jual di pasar modal domestik.

Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari KOMPAS.com, nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp17.652 per dollar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan sebesar 0,01 persen apabila dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp17.654 per dollar AS.

Tren apresiasi ini juga diikuti oleh sebagian besar mata uang Asia lainnya, di mana peso Filipina mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,19 persen. Di posisi berikutnya, dollar Taiwan terangkat 0,15 persen, diikuti yuan China sebesar 0,05 persen, yen Jepang serta dollar Hong Kong yang kompak naik 0,03 persen, dan ringgit Malaysia yang menguat tipis 0,02 persen.

Meskipun demikian, tidak semua mata uang regional beruntung karena won Korea Selatan justru melemah paling dalam hingga 0,41 persen. Pelemahan di zona Asia juga dialami oleh baht Thailand yang merosot sebesar 0,09 persen serta dollar Singapura yang terkoreksi 0,05 persen pada awal perdagangan tersebut.

Sementara itu, performa kontras ditunjukkan oleh IHSG yang langsung melorot 14,757 poin atau menyusut 1,82 persen ke area 6.203,742 setelah dibuka pada level 6.366,485. Meski sempat menyentuh titik tertinggi di posisi 6.378,811, indeks saham domestik terus merosot hingga menyentuh angka terendah di level 6.201,358.

Tekanan pada IHSG tercermin dari pergerakan saham, di mana sebanyak 438 saham terperosok di zona merah, sedangkan hanya 162 saham yang berhasil menguat dan 129 saham lainnya stagnan. Aktivitas transaksi awal ini mencatatkan volume perdagangan mencapai 8,545 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 534.291 kali transaksi.

Nilai transaksi pasar pada awal perdagangan hari Kamis ini telah menyentuh angka Rp4,744 triliun. Melalui pergerakan seluruh instrumen saham tersebut, total nilai kapitalisasi pasar di bursa domestik tercatat berada pada jumlah Rp10.736,629 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi