Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mencatatkan performa positif pada akhir perdagangan Senin (1/6/2026). Mata uang Garuda bergerak menguat di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Investasi, mata uang rupiah spot ditutup pada level Rp 16.805 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan adanya rebound sebesar 0,43% jika dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu yang berada di level Rp 17.881 per dolar AS.
Performa ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan lonjakan terbesar di kawasan Asia pada sore ini. Rupiah menguat bersama beberapa mata uang regional lainnya seperti rupee India dan yuan China yang masing-masing terapresiasi sebesar 0,01% terhadap dolar AS.
Sebaliknya, mayoritas mata uang utama Asia justru terpantau melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand menjadi mata uang yang mengalami tekanan terdalam setelah mencatat pelemahan sebesar 0,24%.
Pelemahan ini kemudian diikuti oleh peso Filipina yang terkoreksi 0,22%, won Korea sebesar 0,16%, serta yen Jepang yang turun 0,12%. Selanjutnya, dolar Singapura melemah 0,06%, dolar Taiwan terpangkas 0,03%, dolar Hong Kong turun 0,01%, dan ringgit Malaysia melemah tipis 0,005%.
Di sisi lain, indeks dolar yang melacak pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia terpantau merangkak naik. Indeks dolar AS berada di level 98,98, mengalami kenaikan dari posisi akhir pekan lalu yang tercatat sebesar 98,94.