Nilai tukar rupiah spot dibuka merosot pada transaksi Kamis (28/5/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.01 WIB yang dikutip dari Investasi, mata uang Garuda berada di posisi Rp 17.857 per dolar Amerika Serikat (AS).
Angka tersebut menunjukkan pelemahan sebesar 0,31 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.801 per dolar AS. Penurunan ini kembali membawa rupiah spot ke rekor level terlemah sepanjang masa.
Kondisi lesu ini sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau melempem terhadap dolar AS pada pagi ini. Won Korea menjadi mata uang dengan koreksi paling dalam sebesar 0,49 persen, yang kemudian diikuti oleh rupiah dengan pelemahan 0,31 persen.
Mata uang regional lain yang turut terkoreksi meliputi ringgit Malaysia sebesar 0,24 persen, baht Thailand senilai 0,23 persen, dan peso Filipina yang turun 0,17 persen. Selain itu, yen Jepang serta yuan China sama-sama melemah tipis sebesar 0,05 persen.
Di sisi lain, pergerakan positif justru dialami oleh dolar Taiwan dan dolar Hong Kong. Kedua mata uang tersebut berhasil menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan masing-masing 0,07 persen dan 0,03 persen.
Sementara itu, kekuatan mata uang Negeri Paman Sam secara global yang tercermin melalui indeks dolar terpantau mengalami penguatan. Indeks dolar AS naik ke level 99,34 dari posisi hari sebelumnya yang berada di angka 99,20.