Rupiah Tembus Rp17.500 Pukul Penjualan Elektronik Ritel hingga 50 Persen

Rupiah Tembus Rp17.500 Pukul Penjualan Elektronik Ritel hingga 50 Persen

Nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.500 per dolar AS mulai berdampak serius terhadap sektor perdagangan elektronik ritel di tanah air. Kondisi ini disebut-sebut sebagai titik terlemah sepanjang sejarah mata uang Garuda.

Seperti dilansir dari Suara, pelemahan kurs tersebut memicu kenaikan harga barang yang berujung pada merosotnya omzet pedagang. Konsumen kini cenderung menahan keinginan untuk berbelanja produk elektronik akibat lonjakan harga tersebut.

Riri, seorang pedagang elektronik yang beroperasi di wilayah Pasar Minggu, mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat turun tajam sejak awal Mei 2026. Penurunan transaksi di tokonya bahkan mencapai angka yang cukup signifikan.

"Lumayan sih, mungkin sekitar 50 persen ada. Dari 100 persen, 50 persen ada, separuh," kata Riri.

Ia menjelaskan bahwa tekanan pada angka penjualan mulai benar-benar dirasakan saat harga barang mulai merangkak naik. Situasi ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan kondisi pada bulan sebelumnya.

"Kalau yang bulan April kemarin soalnya kan harga belum masih belum naik, masih standar. Pengaruhnya baru awal-awal ini," ujarnya.

Sebagai sektor yang sangat bergantung pada komponen dan produk impor berbasis dolar AS, barang-barang elektronik menjadi kategori yang paling sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar.

Gejolak kurs ini menciptakan tekanan ganda bagi para pelaku usaha kecil. Di satu sisi mereka kesulitan menjaga stabilitas omzet, sementara di sisi lain calon pembeli lebih memilih untuk menunda transaksi mereka.

"Soalnya pengaruh ke penjual-penjual sama yang pembeli itu pengaruh semua," kata Riri.

Para pedagang kecil kini berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan kondisi ekonomi. Stabilitas harga sangat dinantikan guna mencegah risiko kebangkrutan massal bagi pelaku usaha yang mengandalkan perputaran harian.

"Kalau buat pemerintah sih pengennya ya harga ya tolong dituruninlah jangan sampai naiknya melonjak banget, pengaruh soalnya buat yang dagang," ujar Riri.

Artikel terkait

Rekomendasi