Nilai tukar rupiah terperosok ke level psikologis baru di angka Rp17.403 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026) pagi. Pelemahan sebesar 0,22 persen ini tercatat sebagai level terlemah intraday sepanjang masa di tengah tekanan ekonomi global yang kian menguat.
Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.07 WIB, mata uang Garuda terkoreksi tajam setelah dibuka pada level Rp17.380 per dolar AS. Sementara itu, data pasar dari Media Indonesia menunjukkan pelemahan tipis 11 poin atau 0,07 persen pada pembukaan perdagangan pagi dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.394 per dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin G. Hutapea, menegaskan komitmen otoritas moneter untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah fluktuasi yang terjadi.
"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya," kata Erwin G. Hutapea melalui keterangan tertulis.
Erwin menjelaskan bahwa depresiasi rupiah sebesar 3,65 persen sejak awal konflik Timur Tengah masih berada dalam tren yang serupa dengan mata uang negara berkembang lainnya. Sebagai perbandingan, peso Filipina melemah 6,58 persen, baht Thailand turun 5,04 persen, dan rupee India terkoreksi 4,32 persen.
"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder," ujar Erwin.
Langkah pengamanan ini diambil secara konsisten untuk meredam dampak tekanan global yang terus berlanjut terhadap kurs domestik.
"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," paparnya.
Kondisi pasar Asia secara umum juga mengalami tekanan serupa pada perdagangan Selasa. Laporan Reuters yang dilansir Kontan menunjukkan rupiah dan ringgit Malaysia memimpin pelemahan di kawasan, dengan ringgit turun 0,25 persen ke level 3,960 per dolar AS.
| Mata Uang | Kurs Terakhir | Perubahan Harian | Perubahan YTD 2026 |
|---|---|---|---|
| Yen Jepang | 157,210 | +0,01% | -0,36% |
| Dolar Singapura | 1,276 | +0,05% | +0,74% |
| Taiwan Dolar | 31,630 | -0,06% | -0,61% |
| Won Korea | 1.476,5 | - | -2,51% |
| Baht Thailand | 32,730 | -0,03% | -3,91% |
| Peso Filipina | 61,707 | -0,23% | -4,71% |
| Rupiah Indonesia | 17.403 | -0,22% | -4,21% |
| Rupee India | 95,088 | 0,00% | -5,49% |
| Ringgit Malaysia | 3,960 | -0,25% | +2,42% |
| Yuan China | 6,831 | + | +2,30% |
Secara tahun berjalan (year-to-date), rupiah telah melemah 4,21 persen sejak akhir 2025. Sentimen eksternal seperti arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang mendorong investor beralih ke aset aman seperti dolar AS.