Saham BBCA Melemah ke Rp5.850 per Lembar di Akhir Pekan

Saham BBCA Melemah ke Rp5.850 per Lembar di Akhir Pekan

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA ditutup melemah ke level Rp5.850 per lembar pada perdagangan akhir pekan, Jumat (29/5/2026). Koreksi tipis pada emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia ini dipicu oleh aksi ambil untung para investor menjelang penutupan bursa.

Fluktuasi tinggi membayangi pergerakan saham bank yang berdiri sejak 10 Agustus 1955 tersebut. Berdasarkan data perdagangan bursa terkini, harga saham BBCA sempat bergerak stagnan selama tiga hari berturut-turut sebelum penutupan akhir pekan.

Sepanjang minggu terakhir bulan Mei 2026, data bursa mencatat harga penutupan BBCA berfluktuasi di rentang Rp5.850 hingga Rp6.100 per lembar. Dalam jangka menengah, performa saham emiten swasta ini tercatat mengalami tekanan cukup signifikan.

Penurunan sebesar -2,05 persen dibukukan BBCA dalam rentang satu hari perdagangan. Sementara itu, kinerja satu bulan terakhir berada di posisi -0,83 persen, dan performa sepanjang tahun berjalan atau Year to Date merosot hingga -26,01 persen.

Meskipun tertekan dalam jangka pendek, pertumbuhan jangka panjang emiten ini masih positif sebesar 129,81 persen dalam periode 10 tahun. Bahkan, pertumbuhan all-time high BBCA mencapai 16,97 K persen sejak melantai pertama kali pada 31 Mei 2000.

Mayoritas analis terpantau masih mempertahankan pandangan optimis terhadap fundamental perusahaan. Hasil riset terbaru dari CGS International memutuskan untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga jangka panjang pada level Rp10.000 per lembar, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 68,8 persen.

Penyesuaian proyeksi justru dilakukan oleh BRI Danareksa Sekuritas yang memangkas target harga masa depan BBCA dari Rp11.400 menjadi Rp10.900 per lembar. Kendati demikian, lembaga sekuritas pelat merah tersebut tetap merekomendasikan beli karena performa keuangan perusahaan dinilai solid.

Kuatnya realisasi keuntungan perusahaan menjadi penyokong utama ketahanan saham BBCA di pasar modal. Berdasarkan rilis laporan keuangan kuartal pertama pada 23 April 2026 (FY2026Q1), perusahaan sukses mencatatkan kenaikan nilai Earning Per Share (EPS) sebesar 119.49.

Capaian EPS tersebut konsisten meningkat dibandingkan dengan kuartal keempat tahun lalu (FY2025Q4) yang berada di angka 114.58, serta kuartal ketiga (FY2025Q3) di posisi 117.68. Selain itu, manajemen perusahaan juga konsisten membagikan keuntungan melalui instrumen dividen.

Catatan korporasi terdekat menunjukkan BBCA mendistribusikan dividen senilai 281 per lembar saham pada ex-date tanggal 30 Maret 2026. Sebelumnya, manajemen bank juga telah membagikan dividen sebesar 55 per lembar saham pada ex-date tanggal 3 Desember 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi