Saham BBRI Menguat ke Rp3.230 Usai Aksi Beli Asing

Saham BBRI Menguat ke Rp3.230 Usai Aksi Beli Asing

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penguatan signifikan hingga menyentuh level Rp3.230 pada sesi pertama perdagangan Kamis (7/5/2026). Momentum kenaikan ini dipicu oleh aksi beli bersih investor asing yang mengakhiri tren pelepasan saham selama 13 hari bursa sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut melanjutkan tren positif yang telah terlihat sejak penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026). Berdasarkan data yang dilansir dari Suara, saham bank pelat merah ini melonjak 3,62 persen ke posisi Rp3.150 pada Selasa sebelum meroket lebih dari 2 persen pada Kamis pagi.

Pemulihan harga ini terjadi setelah adanya tekanan jual signifikan pada periode 15-30 April 2026. Analisis pasar menunjukkan mayoritas analis memberikan pandangan optimis terhadap emiten yang fokus pada sektor UMKM ini, dengan target harga konsensus mencapai Rp4.220 per lembar saham.

Potensi pembalikan arah atau reversal terlihat dari indikator teknis yang mulai menguat. Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat adanya indikasi bullish divergence yang didukung oleh beberapa indikator teknis lainnya dalam laporan mereka.

"Kondisi ini diperkuat dengan indikator Stochastic RSI yang membentuk golden cross serta adanya penyempitan pada slope MACD," tulis tim riset Phintraco Sekuritas.

Pihak sekuritas tersebut merekomendasikan titik masuk pada kisaran Rp3.070 hingga Rp3.120. Kenaikan harga diprediksi dapat mencapai target bertahap mulai dari Rp3.330 hingga rentang optimis pada angka Rp3.700.

Selain faktor teknis, kekuatan fundamental perusahaan menjadi penopang utama bagi kepercayaan pasar. BRI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun pada Kuartal I 2026, yang merupakan pertumbuhan sebesar 13,7 persen secara tahunan.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp1.562 triliun, di mana segmen UMKM menyumbang angka dominan sebesar Rp1.211 triliun. Kualitas aset bank juga tercatat membaik dengan penurunan angka Loan at Risk (LAR) menjadi 9,7 persen dari posisi 11,1 persen pada tahun sebelumnya.

Valuasi saham BBRI saat ini dinilai lebih kompetitif setelah sempat terkoreksi 16,93 persen dalam tiga bulan terakhir. Rasio Price to Earnings (PER) berada pada angka 8,06 kali dengan Price to Book Value (PBV) sebesar 1,39 kali.

Sentimen positif tambahan datang dari rencana korporasi terkait pembagian dividen kepada pemegang saham. BRI dijadwalkan akan mencairkan sisa dividen tunai sebesar Rp209 per saham pada 8 Mei 2026 sebagai bagian dari total dividen tahun buku 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi