Saham Big Banks Merosot Akibat Rebalancing Indeks MSCI

Saham Big Banks Merosot Akibat Rebalancing Indeks MSCI

Sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks kompak mengalami penurunan harga dalam kurun waktu sepekan terakhir. Melemahnya harga saham sektor ini juga diiringi oleh aksi jual bersih atau net sell yang cukup masif oleh investor asing.

Dilansir dari Keuangan, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami penurunan sebesar 3,28% dalam sepekan hingga berada di harga Rp 2.950. Langkah serupa diikuti oleh saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang terkoreksi 2,12% ke level Rp 3.700, serta saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang turun tipis 0,97% menjadi Rp 4.080.

Aksi lepas saham oleh investor asing tercatat paling tinggi melanda PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai net sell mencapai Rp 2,24 triliun dalam sepekan kemarin. Selanjutnya, net sell pada saham BBRI tercatat sebesar Rp 855,37 miIiar, disusul BMRI senilai Rp 813,26 miliar, dan BBNI sebesar Rp 201,46 miliar.

Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memperkirakan fluktuasi harga saham perbankan raksasa pada pekan ini tidak akan sekuat pekan sebelumnya. Penurunan yang terjadi kemarin dinilai sebagai dampak langsung dari pengumuman penataan ulang atau rebalancing indeks Global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pengaruh dari sentimen MSCI tersebut diproyeksikan mulai berkurang pada pekan pertama Juni 2026. Situasi ini membuat investor asing berpotensi kembali melakukan aksi beli terhadap saham-saham perbankan kakap domestik.

Faktor lain yang tetap perlu dicermati oleh pelaku pasar adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Penguatan kurs rupiah secara otomatis akan menjadi stimulus bagi investor asing untuk kembali mengalirkan modal ke saham big banks.

"Sektor perbankan memiliki korelasi yang erat dengan makro ekonomi domestik, sehingga situasi kurs menjadi pemicu utama asing melakukan offload sementara," kata Nafan saat dihubungi, Senin (1/6/2026).

Fundamental Emiten Perbankan Tetap Solid

Kondisi keuangan empat bank besar ini dipastikan tetap kokoh meskipun harga sahamnya sedang mengalami tekanan di pasar modal. Kinerja positif tersebut tecermin dari akumulasi laba bersih yang berhasil dibukukan hingga April 2026.

Berdasarkan data keuangan hingga April 2026, BBCA memimpin perolehan laba bersih terbesar dengan raihan Rp 20,81 triliun. Posisi kedua ditempati oleh BMRI yang mengantongi laba bersih senilai Rp 18,05 triliun.

Sementara itu, BBRI berhasil mencatatkan keuntungan bersih sebesar Rp 15,89 triliun. Pada posisi berikutnya, BBNI menutup perolehan dengan laba bersih yang mencapai Rp 7,29 triliun.

Kombinasi antara kinerja keuangan yang kuat serta peluang membaiknya nilai tukar rupiah memicu optimisme bahwa pergerakan saham big banks akan segera berbalik menguat.

Artikel terkait

Rekomendasi